EBuzz – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengungkapkan sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berpotensi didorong untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, sejumlah perusahaan dan holding BUMN seperti PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), hingga PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports dinilai memiliki potensi untuk masuk ke pasar modal.
“Banyak perusahaan-perusahaan kita (BUMN) yang bagus, masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, dan banyak, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan,” ujar Dony kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (6/8).
Roadmap Transformasi BUMN

Menurut Dony, rencana IPO sejumlah BUMN tersebut telah masuk dalam roadmap transformasi BUMN untuk lima tahun ke depan. Dalam roadmap tersebut, akan ditentukan perusahaan yang akan diarahkan untuk melakukan IPO, menjalin strategic partnership, maupun tetap berstatus sebagai perusahaan tertutup.
“Jadi mana akan kita strategic partnership, mana akan kita IPO, mana kita tetap tertutup, nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan, arahannya tentu sebagai milik negara,” katanya.
Dony menjelaskan, roadmap transformasi BUMN akan dilakukan secara bertahap selama lima tahun. Tahun pertama akan difokuskan pada pengembangan visi dan misi serta konsolidasi dan restrukturisasi BUMN.
Pada tahun kedua, fokus diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia dan corporate culture. Selanjutnya, tahun ketiga akan mencakup pengembangan inovasi teknologi dan artificial intelligence (AI). Memasuki tahun keempat, transformasi diarahkan pada value creation, sedangkan tahun kelima ditargetkan untuk mendorong pertumbuhan laba.

Dony mengatakan, pelaksanaan IPO terhadap perusahaan BUMN yang dinilai memenuhi kriteria dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga : Danantara Merger 4 MI BUMN, Dana Kelolaan Tembus Rp170 Triliun
Selain itu, bertambahnya perusahaan BUMN yang tercatat di BEI diharapkan turut memperluas jumlah emiten di pasar modal domestik.

“Untuk pertumbuhan ekonomi nanti kan IPO akan banyak. Supaya, di dalam capital market kita juga semakin banyak perusahaan dan banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus yang akan segera IPO,” ujar Dony.

