EBuzz – Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait komisi ojek online. Kebijakan baru ini menetapkan skema bagi hasil sebesar 92% untuk mitra pengemudi dari setiap pendapatan perjalanan layanan roda dua (GoRide).
Perubahan skema bagi hasil pada layanan GoRide ini akan memberikan tantangan fiskal berupa penurunan pendapatan Gojek pada lini bisnis roda dua tersebut.
CEO GoTo, Hans Patuwo, menegaskan bahwa, dengan aturan tersebut, perusahaan akan menerima potongan komisi sebesar 8%, turun signifikan dari tarif sebelumnya yang berada di level 20%. Menurutnya, kesejahteraan mitra merupakan pilar utama dalam strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan.

“Kebijakan ini merupakan cerminan nyata dari semangat Hari Kebangkitan Nasional di era digital. Seperti yang telah kami sampaikan dalam berbagai momentum sebelumnya, termasuk pada pengumuman program dukungan kesejahteraan Bakti GoTo untuk Negeri, serta peluncuran 7 Inisiatif Apresiasi Mitra terbaru, kesejahteraan mitra driver akan selalu menjadi prioritas utama bagi Perusahaan,” ungkap Hans dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026). (20/5).
Hans menambahkan, langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang demi ekosistem yang lebih berkesinambungan. Sementara untuk layanan GoRide Reguler, perseroan berupaya menjaga keseimbangan agar tidak ada perubahan harga yang dibayar oleh konsumen.
“Manajemen berharap stabilitas tarif ini dapat mempertahankan volume order dari konsumen sehingga total pendapatan mitra pengemudi tetap terjaga,” imbuhnya.
Pendapatan GOTO

Dirinya juga menegaskan, Gojek memastikan seluruh program kesejahteraan mitra pengemudi yang telah berjalan akan terus dilanjutkan. Program tersebut meliputi Program Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa untuk mitra dan anak mitra pengemudi.
“Komitmen ini diselaraskan dengan misi Asta Cita pemerintah dalam memperluas lapangan kerja berkualitas dan pemerataan ekonomi,” papar Hans.
Manajemen mengakui bahwa, perubahan skema bagi hasil pada layanan GoRide ini akan memberikan tantangan fiskal berupa penurunan pendapatan Gojek pada lini bisnis roda dua tersebut.
Kendati demikian, perseroan optimistis kekuatan diversifikasi ekosistem GOTO yang mencakup layanan teknologi finansial, logistik, pengantaran, dan lini bisnis lainnya mampu menjadi fondasi kuat untuk memitigasi dampak keuangan tersebut sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan jangka panjang kelompok usaha.

“Sebagai perusahaan yang lahir dan berkembang di Indonesia, Gojek senantiasa berkomitmen untuk dapat terus maju – demi mitra pengemudi yang lebih sejahtera, pelanggan yang terlayani lebih baik, dan Indonesia yang kita cintai bersama,” tutup Hans.
Baca Juga : Aturan Baru Potongan Ojol 8%, KSPI Siap Kawal Implementasi Perpres
Saat ini, Perusahaan mengonfirmasi masih terus berkoordinasi dengan pihak regulator terkait untuk memperoleh arahan lebih lanjut mengenai ketentuan detail yang diatur di dalam Peraturan Presiden.

