EBuzz – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja fundamental perusahaan tercatat maupun basis investor domestik menunjukkan pertumbuhan yang solid. Langkah ini dinilai memberikan indikasi positif bagi daya tarik pasar modal nasional ke depan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah emiten yang melantai di bursa telah mencapai 957 perusahaan. Dari total tersebut, hampir 85% emiten telah resmi menyampaikan laporan keuangan berkala kepada otoritas.
“Informasi yang dapat saya sampaikan adalah secara fundamental net income dan kemudian dari sisi net profit itu meningkat 21,5%. In term of tentunya dari sisi fundamental relatif menarik,” ujar Nyoman di Gedung BEI, Selasa (19/5/2026). (20/5).
Pipeline IPO

Dari sisi pasokan efek baru, BEI melaporkan antrean penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) masih berada dalam level yang terukur. Hingga saat ini, terdapat 15 calon emiten yang berada dalam pipeline bursa dengan karakteristik yang didominasi oleh korporasi berskala besar.
“Dari sisi supply side masih manageable ada 15 dan sebagian besar adalah perusahaan-perusahaan besar. Di pipeline, jumlah demand side potensial, karakterisasi yang besar itu adalah perusahaan-perusahaan yang katakan utama,” tambahnya.
Nyoman menegaskan, sinyal positif dari penguatan fundamental emiten juga diimbangi oleh ekspansi yang signifikan dari sisi permintaan. Otoritas pasar modal mencatat, total investor ritel di pasar modal domestik kini telah menembus angka 27 juta investor.
Baca Juga : PP Demutualisasi BEI Masih Digodok, OJK : Mulai dari IPO hingga Private Placement
Berdasarkan data akumulatif hingga periode berjalan, bursa membukukan penambahan sekitar 6,5 juta hingga 7 juta investor baru jika dibandingkan dengan realisasi pada periode tahun sebelumnya. Pertumbuhan investor yang agresif ini diharapkan mampu menjaga likuiditas serta kedalaman pasar (market deepening) di bursa domestik secara berkelanjutan.

