Bos OJK Sebut Pelemahan IHSG Masih Moderat, Ini Sebabnya

EBuzz – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, laju koreksi pasar saham domestik saat ini masih berada dalam batas wajar serta searah dengan pergerakan bursa di kawasan regional. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa fluktuasi IHSG dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Secara global, pasar dibayangi oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta proyeksi kebijakan moneter ketat (higher for longer) dari bank sentral dunia yang masih berlanjut, dan dilanjutkan dengan rebalancing MSCI.

Dampak dari penyesuaian bobot saham global tersebut mulai terefleksi secara beruntun begitu perdagangan bursa kembali dibuka pascalibur panjang. Kendati demikian, OJK mengategorikan tingkat penurunan indeks bursa domestik masih tergolong moderat dibandingkan performa beberapa bursa global yang terkoreksi jauh lebih dalam.

“Dinamika ini menunjukkan penyesuaian yang lebih berbasis fundamental. Jadi selalu kita sampaikan bahwa ini adalah konsekuensi logis dari berbagai transformasi di pasar modal yang kita lakukan,” tegas Friderica di Gedung BEI, Selasa (19/5/2026).

Proses Price Discovery

Friderica memaparkan, pergerakan IHSG saat ini terpantau bergerak selaras dengan arah pergerakan indeks acuan MSCI serta deretan sub-indeks utama bursa domestik, seperti IDX LQ45, IDX30, dan IDX80. Otoritas menilai fenomena ini menjadi sinyal positif bahwa harga saham di papan perdagangan semakin mencerminkan kinerja fundamental rill dari masing-masing emiten, bukan sekadar respons kepanikan jangka pendek.

OJK memandang proses price discovery di pasar modal nasional saat ini berjalan semakin sehat sebagai buah dari perbaikan regulasi dan infrastruktur pasar yang terus diakselerasi oleh regulator.

“Menurut kami juga sangat baik dengan perbaikan yang dilakukan,” pungkasnya.

Baca Juga : Respons Pengumuman MSCI, Bos OJK : Ini Konsekuensi dari Reformasi Pasar Modal

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga penutupan perdagangan hari Selasa (19/5/2026), IHSG tercatat ambruk sebesar 3,47% atau terpangkas 228,56 poin ke level 6.370,68. Penurunan tajam ini menjadi kelanjutan dari pelemahan pada hari sebelumnya, Senin (18/5/2026), di mana indeks ditutup terkoreksi 1,85%.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini