BEI Bocorkan Perusahaan Hiburan Masuk Antrean IPO, Rans Entertainment?

EBuzz – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat antrean penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) masih menunjukkan aktivitas yang solid di tengah kondisi pasar yang dinamis. Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan yang berada dalam pipeline penawaran umum perdana saham bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan bahwa, dari 15 perusahaan yang saat ini antre IPO salah satu perusahaan yang bergerak di sektor hiburan juga masuk ke dalam daftar antrean. Menurutnya, calon emiten tersebut memiliki nilai indikatif penghimpunan dana paling besar dalam pipeline penawaran umum saat ini.

“Yang saya bilang yang gede ini, bukan Production House. Bukan. Itu terkait dengan secara real dapat kita nikmati Entertainmentnya Artinya kalau dari sisi, apa namanya Kalau anak-anak ingin kita educate Ada kebun binatangnya Itu kan relatif secara real bisa kita lihat Kalau production house,” kata Nyoman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Penghimpunan Dana IPO

Lebih lanjut, Nyoman memberikan gambaran mengenai salah satu calon emiten sektor hiburan yang masuk dalam daftar tersebut. Ia menegaskan nilai indikatif penghimpunan dana dari perusahaan yang memiliki aset riil ini jauh melampaui nilai IPO perusahaan di bidang rumah produksi atau production house (PH).

“Jadi bukan production house. Yang production house tentunya ada, tapi kalau kita bandingkan proceeds-nya, yang ini tiga kali lipat,” pungkasnya.

Baca Juga : BEI Sebut 13 Perusahaan Antre IPO hingga Juni, Ini Bocoran Sektornya

Berdasarkan catatan pemberitaan pasar modal, salah satu entitas hiburan skala besar yang kerap dikaitkan dengan rencana melantai di bursa adalah RANS Entertainment. Menilik deskripsi operasional yang disampaikan otoritas bursa, grup usaha bentukan pesohor Raffi Ahmad tersebut saat ini diketahui tengah menggarap proyek kebun binatang di Kawasan PIK 2, Jakarta Utara.

Wacana korporasi terkait rencana IPO RANS Entertainment sendiri telah berembus di pasar sejak tahun 2023 lalu. Manajemen RANS sebelumnya menyatakan bahwa sejak periode tersebut perseroan fokus melakukan penguatan infrastruktur bisnis serta aktif menjajaki kemitraan strategis guna memuluskan langkah menuju pasar modal.

Di sisi lain, entitas bisnis mapan lain yang mengoperasikan industri hiburan sejenis adalah PT Taman Safari Indonesia. Perusahaan pengelola taman konservasi ini juga sempat dikabarkan memiliki rencana untuk mengeksekusi aksi korporasi IPO, meski hingga kini belum memberikan pembaruan informasi lebih lanjut ke publik.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini