Diversifikasi Bisnis, Citatah (CTTH) Jualan Material Bangunan

EBuzz – Emiten yang bergerak di sektor pertambangan dan pengolahan batu alam, PT Citatah Tbk (CTTH), berencana melakukan diversifikasi bisnis dengan menambah kegiatan usaha baru di bidang perdagangan besar ubin dan material sejenis (KBLI 46733).

Dalam proyeksi lima tahun ke depan, lini usaha baru ini ditargetkan mampu mengantongi penjualan hingga Rp86,23 miliar, dengan perolehan laba sebelum bunga dan pajak mencapai Rp15,12 miliar pada tahun kelima.

Direktur Keuangan CTTH, Tiffany Johanes, menjelaskan bahwa dalam mengeksekusi ekspansi ini, perseroan akan menerapkan model bisnis asset-light untuk menjaga struktur permodalan tetap efisien. Menurutnya, langkah strategis ini diambil guna memperluas portofolio serta memperkuat lini pendapatan perseroan pada segmen proyek konstruksi.

“Kami memanfaatkan infrastruktur gudang dan organisasi yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan investasi aset tetap yang besar. Fokus kami adalah perdagangan berbasis pesanan proyek untuk menjaga efisiensi modal kerja,” ungkap Tiffany dalam keterbukaan informasi, Senin (18/5/2026). (19/5).

Optimalkan Aset

Tiffany menambahkan, selain mengoptimalkan aset yang ada, dasar pertimbangan penambahan kegiatan usaha ini adalah untuk memperluas cakupan solusi material berbasis proyek melalui penyediaan portofolio bertingkat demi kebutuhan value engineering. Di samping itu, strategi ini menerapkan sistem pengadaan berbasis pesanan proyek guna meminimalkan risiko penumpukan persediaan mati.

“Rencana ekspansi bisnis ini dinyatakan layak secara finansial. Hal tersebut tercermin dari sejumlah indikator keuangan, antara lain nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp21,83 miliar, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 61,42%, profitability index di angka 7,68, serta periode pengembalian modal (payback period) selama 4 tahun,” paparnya.

Baca Juga : Bidik Penjualan Rp140 Miliar, Citatah (CTTH) Incar Proyek di Amerika Serikat

Guna melancarkan aksi korporasi tersebut, CTTH dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 19 Juni 2026 untuk meminta persetujuan dari para pemegang saham. Manajemen menegaskan bahwa operasional kegiatan usaha baru ini tidak akan mengubah komposisi jajaran Direksi maupun Dewan Komisaris perseroan saat ini.

“Kami memastikan seluruh informasi material yang disampaikan adalah benar dan tidak menyesatkan. Perseroan bertanggung jawab penuh atas keterbukaan ini,” tegas Tiffany.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini