Bidik Penjualan Rp140 Miliar, Citatah (CTTH) Incar Proyek di Amerika Serikat

EBuzz – Emiten produsen batu alam, PT Citatah Tbk (CTTH), memproyeksikan target penjualan yang optimistis untuk tahun buku 2026 sebesar Rp140 miliar. Target ambisius ini ditetapkan di tengah kondisi pasar domestik yang sedang mengalami perlambatan, khususnya pada segmen konstruksi dan properti.

Direktur Utama CTTH, Taufik Johannes, menyampaikan bahwa untuk mencapai angka tersebut, Perseroan telah mengamankan sejumlah proyek strategis di berbagai lokasi, baik di dalam maupun luar negeri.

Di pasar domestik, Citatah terlibat dalam beberapa proyek besar seperti perumahan Summarecon di Bekasi dan Serpong, AR Residence di Kalimantan, hingga Raffles Hotel Jimbaran di Bali. Sementara itu, untuk pasar global, Perseroan menyasar proyek perumahan di Malaysia dan Korea, hingga proyek perhotelan di Amerika Serikat.

“Perseroan menjalankan strategi secara selektif dan berhati-hati, dengan penguatan efisiensi melalui pengendalian biaya dan pengelolaan persediaan,” tulis Taufik Johannes dalam paparan publiknya, Senin (4/5/2026). (5/5).

Penjualan Ekspor Citatah

Taufik menegaskan, dalam menghadapi tantangan di pasar lokal, penjualan ekspor menunjukkan tren perbaikan yang signifikan dan diharapkan terus memberikan kontribusi positif sepanjang tahun 2026. Di saat yang sama, Perseroan berhasil mencatatkan sedikit peningkatan margin sebagai hasil dari langkah efisiensi serta perbaikan komposisi produk.

“Perseroan juga berencana melakukan diversifikasi bisnis ke sektor kapur tohor (quicklime) melalui kerja sama dengan Chememan Public Company Limited dari Thailand. Meskipun memasang target yang cukup tinggi, Perseroan menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam operasionalnya,” tegasnya.

Baca Juga : Berkongsi dengan Chememan, CTTH Pastikan Fasilitas Produksi Kapur Jalan di 2026

Berdasarkan data keuangan hingga periode 31 Maret 2026, Citatah mencatatkan peredaran usaha sebesar Rp16,73 miliar. Walaupun angka ini menunjukkan penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan ekspor tercatat mengalami perbaikan. Penurunan performa pada periode ini terutama disebabkan oleh perlambatan pasar domestik serta adanya pergeseran jadwal pada sejumlah proyek strategis yang memengaruhi realisasi pendapatan.

 

Sementara dari sisi pengeluaran, struktur biaya Perseroan tercatat relatif stabil sepanjang periode berjalan. Namun, dengan mempertimbangkan dinamika pendapatan yang ada, Citatah membukukan rugi bersih sebesar Rp5,7 miliar untuk periode kuartal I-2026.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini