EBuzz – Emiten perusahaan investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), resmi mengantongi persetujuan dari para pemegang saham untuk membagikan dividen tunai final tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp1,4 triliun.
Adapun sisa dari total laba bersih tahun buku 2025 tersebut akan dialokasikan oleh perseroan untuk menambah saldo laba ditahan. Langkah ini ditempuh guna memperkuat struktur permodalan perseroan dalam mengeksekusi rencana bisnis ke depan.
Corporate Secretary PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Sandi Rahaju, mengungkapkan bahwa besaran dividen yang akan didistribusikan kepada para pemegang saham adalah senilai Rp103,3 per lembar saham.
“Menyetujui penggunaan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik Perseroan untuk tahun buku 2025 sebesar Rp7.319.000.000.000. Sebanyak-banyaknya sebesar Rp1.400.000.000.000 atau sebesar Rp103,3 per lembar saham akan dibayarkan sebagai dividen tunai final,” tulis manajemen dalam ringkasan risalah RUPS yang dirilis secara resmi, Selasa (19/5/2026). (20/5).
Dividen SRTG

Agenda penggunaan laba bersih dan pembagian dividen ini mendapatkan dukungan mayoritas dari jalannya rapat. Kuorum kehadiran dalam RUPST tersebut mencapai 90,294% dari seluruh pemilik hak suara yang sah, di mana sebanyak 99,741% suara menyatakan setuju terhadap usulan yang diajukan manajemen.
Selain menetapkan pembagian dividen tunai, rangkaian RUPS Saratoga kali ini juga mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian tahun buku 2025 yang berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Baca Juga : Laba Bersih Menyusut 32%, Trans Power Marine (TPMA) Tebar Dividen Rp146,85 Miliar
Secara bersamaan, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pemegang saham juga memberikan lampu hijau atas rencana pengalokasikan sebanyak-banyaknya 6,8 juta lembar saham treasuri hasil pembelian kembali (buyback). Saham treasuri tersebut dipersiapkan untuk menyukseskan Program Insentif Jangka Panjang bagi jajaran direksi dan karyawan perseroan pada tahun buku 2026.

