EBuzz – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan strategi komprehensif untuk mendukung pemenuhan ketentuan saham beredar di publik bagi para perusahaan tercatat. Otoritas pasar modal berencana, memfasilitasi rangkaian roadshow berskala domestik maupun internasional guna mempertemukan emiten secara langsung dengan para calon investor potensial.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa peningkatan porsi free float emiten memerlukan basis investor yang kuat dan teredukasi. Menurutnya, melalui agenda roadshow ini perusahaan tercatat diberikan panggung untuk memaparkan kondisi fundamental serta inisiatif strategis perseroan ke depan secara langsung.
“Kita akan bantu perusahaan tercatat kita melakukan roadshow untuk mendekatkan mereka dengan pihak investor. Karena kalau free float-nya ditingkatkan, kan perlu pihak yang namanya investor. Bagaimana investor tahu mengenai fundamental, strategic initiative ke depan? Caranya apa? Roadshow,” ujar Nyoman di Gedung BEI, Selasa (19/5/2026). (20/5).
Sasar China, Jepang, dan Australia

Nyoman mengungkapkan, dalam satu hingga dua bulan ke depan, BEI akan mematangkan skema pertemuan yang bersifat timbal balik atau vice versa. Selain membawa emiten domestik bertolak ke luar negeri, otoritas juga menawarkan para investor asing untuk berkunjung langsung ke galeri BEI (IDX).
Rangkaian agenda pertemuan ini ditargetkan mulai berjalan pada periode Juni hingga Juli 2026, dengan membidik sejumlah negara mitra strategis di kawasan Asia-Pasifik.
“Sekitar bulan Juni-Juli kita akan aturkan. Jadi sekarang salah satu investornya adalah dari Cina, salah satunya. Jadi kita sudah ketemu dengan beberapa pihak. Tentu selain Cina, kita juga melangkah ke Jepang, misalnya, dan Australia,” katanya.
Baca Juga : BEI Bocorkan Perusahaan Hiburan Masuk Antrean IPO, Rans Entertainment?
Melalui sinergi lintas negara ini, bursa berharap dapat menjaring aliran modal asing yang lebih masif dari berbagai sektor industri. Nyoman menegaskan bahwa, inisiatif penguatan dari supply side ini nantinya akan berjalan beriringan dengan strategi pengembangan dari sisi permintaan atau basis investor.

