Tabungan Haji Topang Dana Murah BSI, CASA Tembus 63%

EBuzz — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat penguatan signifikan pada bisnis dana murah (current account saving account/CASA), ditopang oleh ekspansi ekosistem haji dan umrah yang terus digarap perseroan.

Saldo Tabungan Haji BSI mencapai Rp16,25 triliun hingga Mei 2026, tumbuh 17,15% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan ini turut mendorong penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan menjadi Rp372 triliun, naik 16,74% YoY. Rasio CASA ikut terkerek ke level 63,16%, dengan total tabungan mencapai Rp165 triliun atau menyumbang 44,35% dari total DPK.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan ekosistem haji dan umrah menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan dana murah sekaligus memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. Menurut dia, perseroan tidak hanya menawarkan produk tabungan haji, tetapi juga membangun ekosistem menyeluruh mulai dari edukasi perencanaan keuangan hingga layanan digital pendaftaran.

“Melalui program ini kami ingin memberikan apresiasi kepada nasabah yang konsisten mempersiapkan ibadah haji melalui Tabungan Haji BSI,” kata Anton dalam siaran pers, Rabu (15/7/2026). Ia berharap semakin banyak masyarakat membangun kebiasaan menabung sejak dini agar siap secara finansial saat mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, BSI memberangkatkan 50 nasabah pemenang Program Nabung Haji Berhadiah Umrah yang berlangsung Agustus–Desember 2025, guna mendorong kebiasaan menabung rutin selama masa tunggu keberangkatan.

Perseroan juga mencatat lonjakan pendaftaran haji sebesar 46,2% pada periode 2025–2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 27% dari pendaftaran tersebut kini dilakukan melalui aplikasi BYOND by BSI, mencerminkan makin tingginya adopsi layanan digital perseroan.

Mengacu data Kementerian Haji dan Umrah, daftar tunggu haji Indonesia saat ini mencapai sekitar 5,5 juta orang, dan sekitar 3,4 juta orang di antaranya atau 62,34% merupakan nasabah Tabungan Haji BSI.

Anton menilai masa tunggu haji yang panjang mengharuskan masyarakat menyiapkan dana pelunasan sejak dini, mengingat biaya penyelenggaraan ibadah haji berpotensi terus naik seiring inflasi dan pergerakan nilai tukar. “Masyarakat perlu terus menabung untuk memenuhi kebutuhan biaya pelunasan haji, mengingat dalam 15–25 tahun ke depan biaya perjalanan ibadah haji berpotensi meningkat,” ujarnya.

Baca Juga BEI Rilis 51 Saham Masuk Kategori HSC, Ada RLCO, DCII dan MEGA

Untuk menjaga momentum pertumbuhan tabungan haji, BSI memperkuat sejumlah fitur, termasuk autodebet mulai Rp100.000 per bulan, layanan Mabrur Extra Rezeki (MAXI), serta program apresiasi Nabung Haji Berhadiah Umrah.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini