Balikkan Kerugian, Emiten Unggas (WMPP) Cetak Laba Bersih Rp130,3 Miliar di Q1-2026

EBuzz – Emiten barang konsumsi dan komoditas pertanian nasional, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) berhasil meraup pendapatan konsolidasi sebesar Rp287,7 miliar, atau bertumbuh hingga 40,9%. Selain itu, laba bersih perseroan juga berhasil tumbuh 281,5% menjadi Rp130,3 miliar.

CEO PT Widodo Makmur Perkasa Tbk, Tumiyono menjelaskan, berdasarkan segmen usaha, kontribusi pendapatan terbesar bersumber dari lini bisnis peternakan unggas (poultry) yang menyumbang 85,54%. Diikuti oleh lini bisnis pengolahan daging (meat processing) sebesar 11,52 persen, lini bisnis peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 1,96%, dan sektor komoditas sebesar 0,99%.

Seiring dengan perbaikan beban pokok pendapatan, Perseroan mencatatkan laba kotor sebesar Rp3,2 miliar sepanjang kuartal I-2026, atau melonjak 156,1% secara tahunan (year-on-year/YoY).

“Perbaikan rasio Beban Pokok Pendapatan yang membuat Perseroan berhasil mencatat laba kotor ini menunjukkan Perseroan sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya. Hal ini juga seiring dengan perbaikan kinerja Perseroan yang ditopang oleh berbagai katalis positif dari industri pangan global dan dalam negeri yang membuat pendapatan Perseroan mengalami peningkatan, khususnya di segmen Poultry,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/6/2026).

Prospek Permintaan Daging

Lebih lanjut Tumiyono menambahkan, mengindikasikan prospek industri pangan terdorong oleh tren kenaikan permintaan protein hewani nasional, baik daging ayam, telur ayam, maupun daging sapi.

Berdasarkan data BPS yang diolah tim riset internal Perseroan, konsumsi daging sapi dan kerbau pada tahun 2026 diproyeksi mencapai 986.170 ton, atau naik sekitar 14% dibanding tahun 2025. Sementara itu, konsumsi daging ayam diprediksi menyentuh 4,99 juta ton pada tahun 2026, meningkat hampir 5% dari tahun sebelumnya.

Selain itu di sisi neraca keuangan, tingkat likuiditas Perseroan juga menunjukkan pemulihan pascaeksekusi restrukturisasi kewajiban keuangan bersama para kreditur.

“Selain perbaikan di sisi pendapatan, Perseroan juga mulai menunjukkan perbaikan dalam kemampuan membayar hutang. Hal ini tercermin dari rasio lancar (current ratio) pada Q1-2026 mencapai 1,4 kali, dibandingkan 0,7 kali pada Q1-2025. Perbaikan ini merupakan dampak dari restrukturisasi kewajiban Perseroan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur,” ungkap Tumiyono.

Untuk keberlanjutan usaha ke depan, WMPP akan berfokus pada strategi efisiensi operasional serta optimalisasi utilisasi fasilitas yang ada. Langkah pengumpulan modal kerja baru akan ditempuh melalui divestasi sejumlah aset non-produktif serta pembukaan peluang kerja sama strategis dengan mitra atau investor baru.

Selain itu, skema pencarian modal kerja juga ditempuh melalui aksi korporasi di pasar modal. Perseroan bersama anak usahanya, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue.

Baca Juga : Peningkatan Konsumsi Daging Dorong Kinerja WMPP pada 2026

Dalam aksi korporasi tersebut, WMPP akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8.500.000.000 lembar saham baru, sedangkan WMUU akan melepas sebanyak-banyaknya 6.004.705.896 lembar saham baru.

“Aksi korporasi Perseroan baik WMPP dan WMUU ini merupakan langkah penting bagi Perseroan karena hasil dananya akan dipakai sebagai tambahan modal kerja Perseroan sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan positif kinerja Perseroan dan memperkuat daya saing dalam industri,” pungkasnya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini