EBuzz – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat komitmen realisasi investasi swasta di Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai Rp74,54 triliun hingga 7 Agustus 2026. Nilai tersebut berasal dari 67 investor dalam dan luar negeri yang telah menyatakan komitmen investasi di kawasan tersebut.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menjelaskan investasi swasta merupakan salah satu dari empat skema pembiayaan pembangunan IKN. Ia menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta hibah menjadi tiga skema lain yang berjalan beriringan.
Basuki menegaskan OIKN tetap menjalankan tugas pembangunan IKN sesuai mandat yang diberikan pemerintah. Ia menyampaikan hal ini dalam media briefing di city hall IKN, Kalimantan Timur, Jumat (14/8/2026), sembari menyebut skema financing investasi swasta sebagai kabar yang menggembirakan karena mulai banyak investor masuk ke kawasan tersebut.
Investor China Kebut Pembangunan Apartemen
PT Start Bright International Investment asal China menyiapkan investasi sekitar Rp1,25 triliun untuk membangun empat tower apartemen di IKN. Basuki menyebut proyek tersebut sudah mulai berjalan dan menunjukkan perkembangan positif.
Basuki mengungkapkan lebih dari 100 unit apartemen yang dikembangkan Start Bright telah dipesan calon pembeli. Ia menyebut capaian ini di luar perkiraan OIKN mengingat proyek baru berjalan dalam waktu relatif singkat.
Lion Group Bidik Fasilitas MRO di Sekitar Bandara
OIKN turut mencatat komitmen investor asal Korea Selatan senilai sekitar Rp2,5 triliun. Selain itu, Lion Group berencana membangun pusat pelatihan sekaligus fasilitas perawatan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO) di kawasan sekitar Bandara IKN.
Lion Group menyiapkan lahan seluas sekitar 30 hektare untuk pengembangan fasilitas MRO tersebut. Basuki menjelaskan rencana ini berkembang setelah Lion Group menilai potensi Bandara IKN dalam mendukung aktivitas penerbangan sekaligus pemeliharaan pesawat.
Basuki menambahkan rencana awal Lion Group hanya membangun pusat pelatihan sebelum akhirnya diperluas mencakup fasilitas MRO. OIKN telah menghubungkan rencana tersebut dengan Badan Bank Tanah karena lahan di sekitar bandara berada di bawah penguasaan lembaga itu.
Baca Juga IHSG Melesat 1,59%, Asing Justru Lepas Saham Rp 1,03 Triliun
Bandara IKN Disiapkan untuk Penerbangan Komersial
Bandara IKN memiliki landasan pacu sepanjang sekitar 3 kilometer dengan lebar 45 meter. Basuki menilai infrastruktur ini mampu mendukung operasional pesawat berbadan lebar sekaligus membuka peluang penerbangan jarak jauh.
OIKN mendorong pemanfaatan Bandara IKN untuk penerbangan komersial, termasuk sebagai embarkasi haji dan umrah. Realisasi rencana ini masih menunggu perubahan status bandara dari bandara khusus menjadi bandara komersial melalui peraturan presiden.
Ekosistem Properti dan Hiburan Ikut Terbentuk
Pengusaha Siswono Yudo Husodo menyatakan komitmen mengembangkan kawasan hunian seluas 139 hektare di belakang kawasan Istana Presiden. Rencana pengembangan ini turut mencakup pembangunan lapangan golf sebagai bagian dari kawasan terintegrasi.
Sejumlah investor lain mulai memperkuat ekosistem perkotaan IKN. Taman Safari tengah menyiapkan desain proyek pengembangan, sementara Indobox yang bergerak di sektor sinema dan kuliner telah mengantongi lahan dan menargetkan mulai beroperasi pada November 2026.

