IHSG Melesat 1,59%, Asing Justru Lepas Saham Rp 1,03 Triliun

EBuzz – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,59% ke level 6.401,88 pada penutupan perdagangan Jumat (14/8/2026). Investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih atau net sell jumbo senilai Rp 1,03 triliun di seluruh pasar, berbanding terbalik dengan penguatan tajam indeks.

Pasar bergerak di tengah perhatian pelaku investasi terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai asumsi dasar ekonomi makro 2027. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip melalui RTI Business mencatat penguatan IHSG hari ini belum mampu mengangkat kinerja indeks secara mingguan, yang masih tercatat turun tipis 0,12%.

Seluruh Sektor Kompak Menghijau

Seluruh indeks sektoral BEI ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat. Sektor kesehatan mencatat kenaikan terbesar, disusul sektor properti dan real estat, energi, infrastruktur, barang konsumer primer, serta barang konsumer nonprimer.

Bursa mencatat nilai transaksi saham mencapai Rp 12,44 triliun dengan volume 32,45 miliar saham. Sebanyak 334 saham menguat, 268 saham melemah, dan 191 saham bergerak stagnan sepanjang sesi perdagangan.

Baca Juga Prabowo Kunci Bursa Mineral RI, Target Beroperasi Awal 2027

Asing Buru Saham Tambang dan Perbankan

Investor asing tetap memburu sejumlah saham di tengah aksi jual jumbo yang terjadi. PT Timah Tbk (TINS) mencatat net buy asing terbesar senilai Rp 109,99 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 93,8 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp 62,03 miliar.

Sejumlah saham lain turut mencatatkan pembelian bersih asing. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) membukukan net buy Rp 19,14 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 19,01 miliar, dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp 15,08 miliar.

Investor asing juga memborong PT Indika Energy Tbk (INDY) senilai Rp 10,66 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 10,22 miliar, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 9,86 miliar, dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 6,04 miliar. Deretan saham tambang dan energi ini mendominasi daftar buruan asing meski indeks utama mencatat tekanan jual bersih secara keseluruhan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini