Industri Blockchain RI Bergeser dari Kripto ke Tokenisasi Aset

EBuzz –  Industri aset digital Indonesia mulai melangkah melampaui perdagangan kripto. Pelaku industri kini mengarahkan teknologi blockchain untuk mendukung tokenisasi aset dunia nyata atau real world assets (RWA), pengelolaan kekayaan intelektual, skema pembiayaan baru, hingga pembangunan infrastruktur digital.

Perluasan pemanfaatan ini mendorong penguatan ekosistem menjadi agenda utama industri. Pelaku usaha sekaligus menuntut kepastian regulasi agar inovasi blockchain dapat berkembang tanpa mengorbankan perlindungan konsumen.

Peralihan Pengawasan ke OJK Berjalan Mulus

CEO Indodax William Sutanto menilai peralihan pengawasan aset kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjalan relatif mulus lewat pendekatan soft landing. Ia menyampaikan pandangan ini dalam panel diskusi Indonesia Blockchain Week 2026, Jumat (14/8/2026).

William menyebut tahap berikutnya yang perlu dikejar industri adalah memperkuat integrasi aset digital dengan ekosistem jasa keuangan yang lebih luas. Ia menegaskan kepastian regulasi menjadi fondasi utama bagi inovasi sekaligus integrasi tersebut, dengan perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas.

Ia menambahkan regulator perlu menjaga keseimbangan antara ruang inovasi, perluasan akses pasar, dan perlindungan konsumen. William menilai keseimbangan ini krusial mengingat kecepatan perkembangan teknologi digital menuntut aturan yang adaptif agar pelaku industri Indonesia tetap mampu bersaing di panggung global.

Konsolidasi Mengintai Bursa Kripto Berizin

William memandang positif pertumbuhan jumlah bursa kripto berizin karena memperluas pilihan bagi konsumen. Meski begitu, ia mengingatkan penambahan jumlah pemain perlu diimbangi pertumbuhan volume pasar secara proporsional.

Ia memperingatkan konsolidasi industri berpotensi terjadi apabila jumlah pelaku terus bertambah sementara volume transaksi tidak tumbuh sejalan. Kondisi ini, menurutnya, akan menekan efisiensi bisnis para pemain di segmen perdagangan kripto.

Tokenisasi RWA Buka Akses Pembiayaan Baru

Di luar perdagangan aset kripto, pelaku industri mulai memanfaatkan blockchain untuk kebutuhan ekonomi yang lebih luas. Tokenisasi RWA menjadi salah satu arah pemanfaatan yang berpotensi membuka akses baru terhadap kepemilikan aset dan sumber pembiayaan.

Teknologi serupa turut merambah sektor ekonomi kreatif. Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan blockchain dan Web3 dapat memperkuat pengelolaan kekayaan intelektual, mulai dari kebijakan dan perizinan hingga pengelolaan royalti serta skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual (IP).

Riefky menegaskan blockchain membuka ruang bagi model pembiayaan baru berbasis IP. Namun, ia menggarisbawahi inovasi tersebut harus berjalan beriringan dengan kepastian hukum dan perlindungan konsumen.

Baca Juga Prabowo Kunci Bursa Mineral RI, Target Beroperasi Awal 2027

Arah Baru Ekosistem Blockchain Indonesia

Perkembangan ini menggeser tolok ukur kemajuan industri aset digital. Nilai dan volume perdagangan kripto tidak lagi menjadi satu-satunya indikator utama pertumbuhan sektor ini.

Tokenisasi aset, digitalisasi kekayaan intelektual, integrasi dengan jasa keuangan, dan pembangunan infrastruktur digital kini menjadi bagian dari arah baru yang dibentuk ekosistem blockchain Indonesia.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini