Baru Dua Hari IPO, Saham Produsen Inaco (JELI) Melonjak 24 Persen

EBuzz – Memasuki hari kedua perdagangan pasca aksi penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) harga saham emiten PT PT Niramas Utama Tbk (JELI) bergerak menguat ke level Rp 1.405 per lembar saham, yang merepresentasikan apresiasi nilai sebesar 24,89% dari harga perdana yang ditetapkan perseroan.

Apresiasi pasar ini merefleksikan ekspektasi para pelaku pasar modal terhadap proyeksi pertumbuhan jangka panjang perseroan. Indikator fundamental, posisi pangsa pasar, serta rencana pemanfaatan modal kerja baru untuk ekspansi horizontal menjadi katalis penopang likuiditas saham perusahaan produsen makanan ringan tersebut di pasar sekunder.

Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, memberikan penjelasan resmi mengenai fungsi strategis dari penyerapan dana publik yang berhasil dihimpun melalui mekanisme penawaran umum perdana saham tersebut.

“Dana hasil penawaran umum perdana saham akan kami gunakan untuk mendukung pengembangan berbagai produk baru, termasuk kategori gummies dan inovasi produk jeli lainnya. Kami melihat peluang pertumbuhan pasar masih sangat besar, sehingga inovasi akan terus menjadi salah satu fokus utama Perseroan dalam meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan dan profitabilitas di masa mendatang,” papar Adhi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/7/2026).

Adhi menegaskan bahwa, struktur permodalan baru yang diperoleh dari pasar modal akan dialokasikan secara selektif pada pos pengembangan produk yang memiliki margin keuntungan tinggi.

“Langkah ini diambil guna memperkuat struktur pendapatan perseroan sekaligus memperluas diversifikasi produk di tengah ketatnya kompetisi industri barang konsumen bergerak cepat (fast-moving consumer goods),” imbuhnya.

Prospek Saham JELI

Sementara itu, Chief Executive Officer PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, memberikan analisis dari aspek tata kelola dan rekam jejak operasional perseroan yang telah berjalan selama lebih dari tiga dekade. Menurutnya, respons positif dari investor institusional maupun ritel didorong oleh ketahanan model bisnis perseroan dalam menjaga posisi sebagai pemimpin pasar (market leader) pada segmen produk konfeksioneri.

“Kami percaya terhadap sustainability bisnis JELI ke depan. Perseroan telah berdiri lebih dari 35 tahun dan berhasil membangun fondasi bisnis yang sangat kuat. Selama ini JELI secara konsisten terus menghadirkan inovasi melalui pengembangan produk-produk baru yang relevan dengan kebutuhan konsumen, sehingga mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader di industri confectionery, khususnya produk jelly dan gummies,” ucap Bernadus.

Dirinya menambahkan, performa emiten baru ini memberikan indikasi teoretis mengenai kondisi psikologis pasar modal domestik secara keseluruhan. Di mana, saat ini investor semakin selektif dalam memilih perusahaan yang memiliki prospek jangka panjang.

“JELI memiliki kombinasi antara merek yang kuat, pangsa pasar yang dominan, kemampuan berinovasi, jaringan distribusi yang luas, serta manajemen yang telah berpengalaman menjalankan bisnis selama puluhan tahun. Tidak mengherankan apabila investor memberikan respons yang sangat positif terhadap Perseroan,” pungkasnya.

Baca Juga : IPO, Niramas Utama (JELI) Kantongi Dana Segar Rp239,4 Miliar

Ke depan, Perseroan optimistis dapat terus memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar melalui inovasi produk, perluasan pasar, serta peningkatan efisiensi operasional sehingga mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini