EBuzz – Perusahaan yang berafiliasi dengan Grup Djarum, PT Bach Multi Global Tbk memproyeksikan peningkatan pendapatan dari posisi Rp 1,73 triliun pada tahun buku 2025 menjadi melebihi angka Rp 3 triliun pada tahun 2030. Target strategis ini mengindikasikan tingkat pertumbuhan sekitar 12% per tahun.
Pada periode linier yang sama, laba bersih perseroan diproyeksikan mengalami lonjakan hingga menyentuh estimasi Rupiah 401 miliar, atau merepresentasikan pertumbuhan akumulatif sebesar 158%.
Baca Juga : Gelar IPO, Penyedia Genset Bach Multi Global (BACH) Incar Dana Rp307,5 Miliar
Direktur Utama PT Bach Multi Global Tbk, Budi Kurniawan, menjelaskan bahwa fundamental makroekonomi domestik serta karakteristik lini bisnis perseroan menjadi determinan utama di balik optimisme manajemen.

“Kita sangat optimis karena melihat dari sisi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, maupun lini bisnis kita di power system dan infrastruktur telekomunikasi yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” jelas Budi Kurniawan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Rabu (8/7/2026).
Budi mengungkapkan, untuk mendukung pertumbuhan jangka menengah, perseroan memiliki strategi dengan diarahkan secara spesifik pada lima pilar operasional utama diantaranya, peningkatan kapasitas penyewaan pembangkit tenaga listrik dengan target penambahan sebesar 50 megawatt setiap tahun. Kemudian, ekspansi strategis pada portofolio lini bisnis energi baru dan terbarukan.
“Perseroan juga akan melakukan penguatan penguatan struktur pendapatan berulang (recurring income) berbasis kontrak jangka panjang. Dan, transformasi ekosistem operasional melalui implementasi digitalisasi guna mereduksi pengeluaran modal,” ungkapnya.
Realisasi Target Keuangan

Lebih lanjut Budi menegaskan, realisasi target keuangan untuk tahun berjalan disokong oleh posisi backlog serta akumulasi pesanan kontrak yang telah berhasil diamankan oleh perseroan sepanjang tahun anggaran 2026.
“Manajemen menilai pemenuhan kontrak berjalan tersebut akan memberikan kepastian arus kas (cash flow certainty) sekaligus menopang profitabilitas bersih perseroan hingga akhir tahun buku,” pungkas Budi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Bach Multi Global Tbk, Hasby Jap, memberikan pemaparan komparatif mengenai trajektori pertumbuhan historis perusahaan. Berdasarkan data internal, pendapatan perseroan tercatat tumbuh sebesar 39 persen pada rentang tahun 2023 hingga 2024, diikuti oleh pertumbuhan sebesar 25 persen pada periode tahun 2024 hingga 2025.

Atas dasar kalkulasi metrik historis tersebut, manajemen menilai target pertumbuhan tahunan yang ditetapkan untuk lima tahun ke depan merupakan batas proyeksi yang konservatif.
“Jadi tadi seperti disampaikan 12 persen per tahun itu sangat moderat ya kami targetnya. Jadi kita cukup optimis untuk bisa mencapai target tersebut,” ucap Hasby.
Baca Juga : BEI Kantongi 8 Antrean IPO, Mayoritas Beraset Jumbo
Melalui penguatan struktur permodalan pasca melantai di bursa saham, perseroan berupaya mengonversi penurunan leverage keuangan menjadi peningkatan daya saing kompetitif pada industri infrastruktur penunjang di Indonesia.

