EBuzz – Emiten sektor properti, PT Winner Nusantara Jaya Tbk, secara resmi melakukan pembelian sebanyak 17 lembar saham pada PT Laxo Global Akses, yang setara dengan porsi 8,5% dari total 200 lembar saham yang diterbitkan oleh entitas PT Laxo Global Sukses.
Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang dirilis manajemen perseroan, aksi korporasi tersebut melibatkan pembelian atas seluruh kepemilikan saham milik Nyonya Maya Dwi Cahyarini di dalam struktur permodalan PT Laxo Global Akses. Transaksi pemindahan hak milik atas 17 lembar saham tersebut disepakati pada nilai nominal sebesar Rp776.500.000.

Melalui integrasi kepemilikan saham baru ini, manajemen PT Winner Nusantara Jaya Tbk memproyeksikan adanya peningkatan nilai tambah pada portofolio pengembangan properti perseroan. Integrasi infrastruktur jaringan ini memicu potensi komersial dalam penyediaan fasilitas konektivitas terintegrasi pada proyek-proyek real estat milik perusahaan.
“Perseroan dapat menawarkan paket bundling atau fasilitas smart connectivity yang lebih kompetitif di proyek-proyek properti Perseroan. Hal ini akan meningkatkan daya tarik properti bagi pembeli dibandingkan kompetitor yang hanya menawarkan unit,” tulis manajemen WINR dalam keterbukaa informasi, Rabu (8/7/2026).
Investasi di Sektor Teknologi

Manajemen menambahkan bahwa langkah investasi pada sektor teknologi informasi ini menjadi instrumen mitigasi risiko finansial guna menghadapi volatilitas siklus pada industri properti.
“Sinergi ini akan memperkuat strategi Perseroan dalam membangun arus pendapatan berulang (recurring income) yang sangat krusial untuk stabilitas keuangan Perseroan ditengah volatilitas di sektor properti,” paparnya.
Menurut manajemen WINR, proyeksi kinerja finansial PT Laxo Global Akses diharapkan mampu memberikan kontribusi pendapatan serta imbal hasil investasi yang positif bagi perseroan.
Baca Juga : Pemegang Saham Pengendali WINR Jual 1,28 Juta Saham, Porsi Kepemilikan Sedikit Berkurang
Saat ini, perusahaan penyedia layanan internet tersebut sedang menginisiasi rencana ekspansi geografis untuk memperluas area operasional dari 30 kota besar menuju klaster wilayah baru guna meningkatkan basis pelanggan, yang saat ini telah mencakup lebih dari 100 entitas korporasi, lembaga pemerintah, serta pelanggan ritel yang telah melampaui angka 10.000 pengguna.

