IPO, Niramas Utama (JELI) Kantongi Dana Segar Rp239,4 Miliar

EBuzz – Produsen makanan dan minuman berbasis kelapa pemegang merek INACO, PT Niramas Utama Tbk, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten JELI. Dalam aksi korporasi ini, perseroan melepas sebanyak 266.000.000 lembar saham baru, yang merepresentasikan 21,01% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Harga eksekusi final ditetapkan sebesar Rupiah 900 per lembar saham, yang merupakan batas bawah dari rentang harga penawaran awal (bookbuilding). Melalui emisi saham ini, JELI mengantongi akumulasi dana segar mencapai Rupiah 239,4 miliar sebelum dikurangi biaya-biaya emisi.

Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, menegaskan bahwa pencatatan saham perdana ini merupakan tonggak sejarah krusial dalam mentransformasi status hukum perusahaan menjadi perseroan terbuka.

“Kepercayaan dari para investor, regulator, dan mitra bisnis menjadi tanggung jawab bagi perseroan untuk terus menjaga kinerja, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” ujar Adhi S. Lukman saat memberikan keterangan resmi di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Penggunaan Dan IPO

Lebih lanjut Adhi menambahkan, manajemen JELI telah menyusun rencana penggunaan dana hasil penarikan modal dari publik ini untuk mendukung akselerasi bisnis ke dalam empat pos pengeluaran strategis diantaranya yakni 56,70% digunakan untuk anak usaha, PT NPS, guna membiayai belanja modal (capital expenditure) peningkatan kapasitas manufaktur produk gummy candy dan jeli untuk pasar domestik serta ekspor.

“Selain itu, sekitar 22,36% digunakan sebagai modal kerja (working capital) operasional perseroan. Dan, 10,90% digunakan untuk penyelesaian kewajiban finansial berupa pembayaran sebagian utang jangka pendek. Serta, 10,04% dialokasikan untuk modernisasi mesin, pengadaan peralatan produksi, serta optimalisasi sistem logistik,” imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data laporan keuangan untuk tahun buku 2025, PT Niramas Utama Tbk membukukan realisasi penjualan bersih sebesar Rupiah 753,05 miliar. Dari sisi tren pendapatan, grafik penjualan korporasi sempat mengalami koreksi berturut-turut sebesar 6,02% pada tahun 2024 dan 4,49% pada tahun 2025.

Baca Juga : Melantai Besok, IPO JELI Oversubscribed Sebanyak 273,37 Kali

Kendati demikian, emiten berkode saham JELI ini memperlihatkan pertumbuhan profitabilitas bottom-line yang signifikan. Laba tahun berjalan perseroan tercatat melesat sebesar 592,50% pada tahun buku 2024, dan kembali membukukan pertumbuhan impresif sebesar 235,50% pada tahun buku 2025. Eksalasi keuntungan tersebut ditopang oleh langkah restrukturisasi biaya operasional serta reposisi portofolio produk ke arah komoditas yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi (high-margin products).

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini