EBuzz – Bursa Efek Indonesia (BEI) angkat bicara mengenai laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami tekanan koreksi signifikan pada perdagangan hari ini. Pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,85% ke level 6.599,24.
Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa, penurunan tajam IHSG hari ini sejatinya merupakan imbas dari pergerakan pasar global, khususnya di kawasan Asia, yang mengalami koreksi beruntun selama masa libur bursa domestik pada hari Kamis dan Jumat pekan lalu.

“Kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini. Jadi saya rasa masih inline dengan global market, tetapi memang ketidakpastian di pasar kita itu masih cukup tinggi,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Senin (18/5/2026).
Jeffrey mengimbau para pelaku pasar, khususnya investor ritel, untuk tidak menyikapi fluktuasi ini dengan kepanikan. Dirinya menekankan pentingnya analisis fundamental secara cermat serta penyesuaian strategi investasi yang adaptif terhadap profil risiko masing-masing.
“Kendati demikian, otoritas bursa terus melakukan berbagai upaya strategis guna memastikan pemodal asing tetap berkomitmen jangka panjang di pasar modal Indonesia,” tegasnya.
Pelemahan IHSG

Lebih lanjut Jeffrey menambahkan, BEI memiliki batasan peran dalam memproyeksikan arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini, untuk menjawab ketika IHSG kembali menyentuh level psikologis di era Covid-19.
“Kalau kami dari bursa kan tidak pernah memprediksi indeks. Yang kami pastikan bahwa seluruh transaksi perdagangan itu berjalan secara teratur, wajar, dan efisien. Oleh karena itu, yang kami pastikan berjalan dengan baik adalah infrastruktur perdagangan, kemudian juga pengaturan dan pengawasan itu berjalan terus dengan baik. Selanjutnya tentu kami serahkan kepada mekanisme pasar,” pungkas Jeffrey.
Baca Juga : BEI Cecar Telkom (TLKM) Soal Dugaan Fraud dan Pelanggaran FCPA
Sebagai informasi, Bursa RI kini kembali ke zaman 2021 yang bertengger di level 6.000-an. Berdasarkan pantauan, IHSG pada perdagangan Senin (18/5/2026) ditutup melemah 1,85% ke level 6.599,24.

Level IHSG sempat tembus all-time high (ATH) pada 20 Januari 2026 lalu ke level 9.134 dengan kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 16.590 triliun. Indeks makin menjauh dari level 9.000 dan kapitalisasi pasarnya telah menguap hingga Rp 5.278 triliun atau merosot 31,8% sejak level ATH itu.

