Laba Bersih Malindo Feedmill (MAIN) Melejit 96,05% di Q1-2026, Ini Pemicunya

EBuzz – Emiten perunggasan terintegrasi, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) sukses membukukan lonjakan laba bersih berjalan sebesar 96,05% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp123,28 mIliar pada kuartal I-2026. Angka ini meningkat signifikan jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp62,88 miliar.

Manajemen MAIN menjelaskan, akselerasi profitabilitas yang signifikan ini ditopang kuat oleh faktor eksternal berupa kestabilan pasar makro industri peternakan domestik.

Sejalan dengan kenaikan bottom-line, pos penjualan bersih Perseroan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini juga terkerek naik 16,61% secara tahunan menjadi Rp3,69 triliun, dari posisi sebelumnya sebesar Rp3,17 triliun pada kuartal I-2025.

“Faktor utama kenaikan ini adalah harga-harga anak ayam usia sehari atau day old chick (DOC) dan ayam broiler yang cenderung stabil,” tulis manajemen MAIN dalam Materi Public Expose perseroan, Senin (18/5/2026).

Mitigasi dan Strategi Jangka Panjang

Meskipun membukukan performa impresif pada awal tahun berjalan, manajemen menegaskan komitmennya untuk tetap mewaspadai sejumlah tantangan industri peternakan yang dinamis.

“Beberapa faktor risiko yang diantisipasi meliputi fluktuasi harga komoditas akibat dinamika penawaran dan permintaan (supply-demand), volatilitas harga komoditas bahan baku utama, gejolak kurs valuta asing, hingga ketatnya kompetisi efisiensi di pasar ritel,” pungkasnya.

Guna menjaga konsistensi kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2026, Perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi taktis. Fokusnya diarahkan pada penguatan efisiensi operasional, manajemen biaya, serta optimalisasi formulasi pakan ternak demi menjaga margin keuntungan.

“Perusahaan terus mendorong digitalisasi produktivitas dan berencana melanjutkan proyek instalasi panel surya untuk memangkas pengeluaran biaya energi dalam jangka panjang. Sebagai diversifikasi pasar, Malindo juga bersiap memanfaatkan potensi pasar ekspor untuk memperluas jangkauan operasional secara global,” ucap Manajemen.

xr:d:DAFwjTueCzk:23,j:3963573159216907302,t:23100917

Kendati demikian, performa segmen ayam pedaging mengalami koreksi tipis sebesar 2,49% atau tergerus senilai Rp15,91 miliar. Pada saat yang sama, lini pendapatan lain-lain terkikis tipis 0,48% atau setara dengan Rp604 juta jika dibandingkan dengan perolehan per Maret tahun lalu.

Baca Juga : Omzet Rp12,5 Triliun, Laba Bersih Malindo Feedmill (MAIN) di 2024 Meroket 667% Jadi Rp486 Miliar

Pertumbuhan volume bisnis ini secara langsung mengerek total posisi aset Malindo Feedmill per Maret 2026 menjadi Rp6,10 triliun, atau tumbuh sebesar 14,06% dari posisi Maret 2025 yang senilai Rp5,34 triliun. Di sisi lain, jumlah kewajiban atau liabilitas korporasi bertengger di angka Rp2,60 triliun, meningkat sebesar 15,20%, serta instrumen dana syirkah temporer tercatat berada pada posisi Rp496,74 miliar.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini