EBuzz – Emiten manufaktur perhiasan dan pemurnian emas, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mengumumkan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem bisnisnya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama jual beli logam mulia dengan PT Danusa Tambang Nusantara (DTN).
Nota Kesepahaman tersebut mengatur mengenai penjajakan potensi kerja sama strategis dalam rangka kegiatan operasional jual beli logam mulia, khususnya komoditas emas, yang melibatkan integrasi hulu ke hilir.
Corporate Secretary PT Hartadinata Abadi Tbk, Ong Deny, menuturkan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap penguatan dan pengembangan kegiatan usaha perseroan ke depan melalui sinergi yang lebih luas.
Menurutnya, kerja sama ini juga berpotensi melibatkan entitas anak DTN yang bergerak di bidang pertambangan emas, yakni PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR), untuk turut berpartisipasi dalam kolaborasi kegiatan usaha yang sedang dijajaki tersebut.

“Keterlibatan PTAR dan SJR dalam proses penjajakan ini dipandang sebagai bentuk keberlanjutan serta pengembangan dari hubungan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya dengan HRTA, di mana seluruh pihak menegaskan bahwa tidak terdapat hubungan afiliasi dalam struktur transaksi ini,” ucap Ong. (2/4).
Lebih lanjut Ong menambahkan, melalui kemitraan strategis ini, HRTA berupaya menciptakan efisiensi dalam rantai pasok logam mulia yang mencakup seluruh tahapan mulai dari kegiatan pertambangan, proses pemurnian, hingga mekanisme perdagangan emas antar para pihak.
“Sinergi dengan grup pertambangan besar akan memperkokoh posisi HRTA di industri emas nasional serta menjamin ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan bagi lini bisnis pemurnian dan manufaktur perhiasan,” paparnya.
Baca Juga : Jualan Emas, Hartadinata Abadi (HRTA) Ngutang Rp400 Miliar ke BRI
Dengan terealisasinya Nota Kesepahaman ini, perseroan optimistis dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan melalui integrasi vertikal yang lebih solid di sektor logam mulia.

