EBuzz – PT Pradiksi Gunatama Tbk., emiten sawit milik pengusaha Haji Isam, mencatat laba bersih periode berjalan sebesar Rp44,51 miliar hingga semester I 2026, anjlok 46,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp83,53 miliar.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, penjualan bersih Perseroan hingga Juni 2026 tercatat Rp304,98 miliar, turun 20,82 persen dari Rp385,17 miliar pada semester I 2025. Tekanan pada top line ini menjadi pemicu utama koreksi kinerja Perseroan sepanjang paruh pertama tahun ini.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok penjualan justru terkoreksi lebih dalam, turun 33,22 persen menjadi Rp155,64 miliar dari sebelumnya Rp233,08 miliar. Meski demikian, laba bruto tetap tergerus 1,81 persen menjadi Rp149,3 miliar, dibandingkan Rp152,09 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi efisiensi operasional, Perseroan berhasil menekan beban penjualan menjadi Rp6,53 miliar, turun 31,87 persen dari Rp9,58 miliar pada semester I 2025. Namun, efisiensi tersebut tidak cukup untuk mengimbangi lonjakan beban umum dan administrasi yang melonjak 362,84 persen menjadi Rp80,11 miliar, dari sebelumnya hanya Rp17,31 miliar.
Di tengah tekanan biaya, Perseroan mencatatkan keuntungan atas perubahan nilai wajar aset biologis sebesar Rp5,23 miliar, berbalik arah dari posisi rugi Rp6,10 miliar pada semester I 2025. Kendati demikian, lonjakan beban operasional tetap menyeret laba usaha turun tajam 42,96 persen menjadi Rp67,93 miliar, dibandingkan Rp119,10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada pos non-operasional, beban keuangan berhasil ditekan menjadi Rp12,95 miliar, turun 23,70 persen dari Rp16,9 miliar. Sementara itu, pendapatan lain-lain justru menyusut 53,94 persen menjadi Rp2,22 miliar, dari Rp4,82 miliar pada semester I 2025.
Kombinasi kedua pos tersebut membuat laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp57,20 miliar, anjlok 46,52 persen dari Rp106,94 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi perpajakan, beban pajak turun 13,19 persen menjadi Rp21,86 miliar dari sebelumnya Rp25,18 miliar. Di sisi lain, manfaat pajak tangguhan melonjak signifikan sebesar 417,95 persen menjadi Rp9,17 miliar, dibandingkan Rp1,77 miliar pada semester I 2025.
Baca Juga TINS Kantongi Fasilitas Modal Kerja dari BNI Lewat Skema Notional Pooling
Pada pos penghasilan komprehensif lain, Perseroan masih mencatatkan rugi sebesar Rp429,73 juta, membaik 55,17 persen dibandingkan rugi Rp958,62 juta pada semester I 2025. Perbaikan tersebut turut mendorong jumlah laba komprehensif periode berjalan mencapai Rp44,08 miliar, meski tetap turun 46,62 persen dari Rp82,58 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset Perseroan hingga semester I 2026 tercatat Rp2,42 triliun, turun tipis dari posisi akhir 2025 yang sebesar Rp2,52 triliun.

