EBuzz – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pencapaian baru di pentas global usai masuk dalam jajaran Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker, publikasi finansial yang bernaung di bawah Financial Times Group. Bank pelat merah ini bertengger di posisi ke-132 dunia, sejajar dengan nama-nama besar seperti ICBC, Bank of China, JPMorgan, Bank of America, dan Citigroup.
Pemeringkatan tersebut bukan sembarang daftar. Disusun sejak 1970, Top 1000 World Banks telah lama menjadi salah satu barometer utama industri perbankan global, mengukur kekuatan modal dan kesehatan neraca bank-bank dunia secara year-on-year.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut capaian ini sebagai konfirmasi atas ketahanan fundamental Perseroan di tengah tekanan makroekonomi global yang belum sepenuhnya mereda.
“Pencapaian ini menjadi pengakuan atas kemampuan BRI dalam menjaga fundamental kinerja agar tetap sehat, kuat, dan berkelanjutan. Kekuatan permodalan yang terjaga memberikan fondasi penting bagi BRI untuk terus bertumbuh, menjalankan fungsi intermediasi, dan menciptakan nilai yang semakin luas bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Hery dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).
Data The Banker per Desember 2025 menunjukkan Tier 1 Capital BRI mencapai US$17,9 miliar, dengan total aset sebesar US$127,2 miliar. Dari sisi bottom line, laba sebelum pajak Perseroan tercatat US$4,3 miliar.
Sejumlah rasio keuangan turut mengonfirmasi soliditas neraca BRI. Capital Assets Ratio Perseroan berada di level 14,1 persen, jauh di atas ambang batas kecukupan modal yang umum berlaku di kawasan. Sementara itu, Return on Capitaltercatat 18,9 persen dan Return on Assets sebesar 2,68 persen, mencerminkan efisiensi penggunaan modal yang relatif tinggi dibandingkan rata-rata bank sekelas.
Manajemen BRI mengaitkan capaian ini dengan konsistensi eksekusi program transformasi BRIvolution Reignite, yang menitikberatkan pada penguatan kapasitas inti Perseroan sebagai basis untuk membangun model bisnis yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.
“Kekuatan fundamental yang terus kami bangun menjadi modal penting bagi BRI untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Kami optimistis momentum positif ini akan terus berlanjut melalui penguatan digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta fokus pada penciptaan nilai atau value creation yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery.
Ke depan, segmen usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM tetap menjadi pusat gravitasi strategi bisnis BRI. Perseroan berencana memperluas ekosistem pembiayaan UMKM secara end-to-end, mencakup akses permodalan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar digital, guna mendorong pertumbuhan kredit yang lebih inklusif sekaligus terukur dari sisi risiko.
Baca Juga Danantara Merger 4 MI BUMN, Dana Kelolaan Tembus Rp170 Triliun
Hery menutup pernyataannya dengan mendedikasikan pencapaian tersebut kepada nasabah, pelaku UMKM, dan seluruh pekerja BRI, yang disebutnya sebagai fondasi utama pertumbuhan Perseroan ke depan.
Sebagai catatan, The Banker merupakan publikasi finansial global yang berdiri sejak 1926 dan dikenal luas sebagai rujukan analisis bagi kalangan profesional perbankan dunia.

