BTN Borong Dua Penghargaan ASEAN Risk Awards 2026

EBuzz – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meraih dua penghargaan dalam ajang ASEAN Risk Awards 2026, yakni ASEAN Risk Champion Award (Category 2) dan Risk Culture Award. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas implementasi manajemen risiko dan tata kelola yang dijalankan perseroan.

ASEAN Risk Awards merupakan ajang penghargaan tingkat regional yang memberikan apresiasi kepada institusi keuangan di kawasan ASEAN atas penerapan manajemen risiko, tata kelola, budaya risiko, inovasi, serta ketahanan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis.

Direktur Manajemen Risiko PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Setiyo Wibowo, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan transformasi perseroan yang dibangun di atas fondasi tata kelola dan manajemen risiko.

“Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi atas fungsi manajemen risiko, tetapi merupakan pengakuan bahwa transformasi BTN dibangun di atas fondasi tata kelola dan manajemen risiko yang kuat,” ujar Setiyo Wibowo dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (19/7/2026). (20/7).

Baca Juga : Ganti Pengurus, BTN (BBTN) Geber RUPSLB Awal September 2026

Menurut Setiyo, BTN terus memperkuat manajemen risiko di tengah meningkatnya kompleksitas risiko global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, volatilitas pasar keuangan, percepatan digitalisasi, hingga perubahan iklim.

“Kami memastikan setiap keputusan bisnis selalu mempertimbangkan keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas aset, kecukupan modal, likuiditas, dan keberlanjutan. Bagi BTN, manajemen risiko bukan hanya berfungsi sebagai pengendali, tetapi menjadi strategic enabler yang memungkinkan perseroan tumbuh lebih sehat, adaptif, dan berkelanjutan,” katanya.

BTN Perkuat Budaya Risiko

Lebih lanjut Setiyo menegaskan, Perseroan juga memperkuat budaya risiko di seluruh jenjang organisasi melalui peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola, serta internalisasi prinsip kehati-hatian dalam setiap proses bisnis.

“Risk culture merupakan fondasi penting bagi organisasi yang ingin tumbuh secara berkelanjutan. Ketika seluruh insan perusahaan memiliki kesadaran risiko yang kuat, maka organisasi akan lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan, lebih tangguh menghadapi tantangan, dan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas,” tegasnya.

Setiyo menambahkan, BTN akan terus memperkuat kapabilitas manajemen risiko melalui pemanfaatan data, teknologi digital, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila dibangun di atas fondasi tata kelola yang baik, disiplin manajemen risiko, serta inovasi yang bertanggung jawab,” tutup Setiyo.

Sebagai informasi, BTN telah menjalankan transformasi manajemen risiko melalui sejumlah inisiatif, antara lain modernisasi proses bisnis kredit melalui Loan Factory, penguatan enterprise risk management, digitalisasi pemantauan risiko secara end-to-end, pemanfaatan data analytics dalam pengambilan keputusan, serta penguatan pengelolaan risiko kredit, pasar, likuiditas, operasional, teknologi informasi, hingga integrasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

Selain itu, pada semester I-2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun atau tumbuh 40,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kredit dan pembiayaan meningkat menjadi Rp418,11 triliun, sedangkan total aset mencapai Rp545,16 triliun.

Baca Juga : BTN Raup Laba Bersih Rp2,4 Triliun pada Semester I-2026

Di sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Loan (NPL) turun menjadi 2,99 persen dari 3,30 persen pada semester I 2025. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp398,73 triliun.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini