Ganti Pengurus, BTN (BBTN) Geber RUPSLB Awal September 2026

EBuzz – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berencana akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 4 September 2026. Salah satu agenda yang diusulkan dalam rapat tersebut adalah pembahasan perubahan susunan pengurus perseroan.

Sementara itu, pemanggilan resmi RUPSLB akan diumumkan pada 6 Agustus 2026 melalui situs web penyedia e-RUPS, Bursa Efek Indonesia, dan situs web perseroan.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan usulan agenda tersebut berasal dari Danantara. Namun, perseroan masih menunggu keputusan terkait jajaran pengurus yang akan mengalami perubahan.

“Agendanya, sementara kalau dari Danantara perubahan susunan pengurus. Kita masih menunggu dari mereka apakah pengurus yang akan diubah,” kata Nixon dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/7/2026). (17/7).

Baca Juga : BTN: Dampak PHK ke Kualitas Kredit Konsumer Masih Terbatas, NPL Coverage Naik ke 124%

Berdasarkan keterbukaan informasi, RUPSLB dijadwalkan berlangsung pada 4 September 2026 pukul 14.00 WIB. Pemegang saham yang berhak menghadiri rapat adalah pihak yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia tanggal 5 Agustus 2026.

Perseroan juga membuka kesempatan bagi pemegang saham untuk mengusulkan mata acara rapat kepada direksi paling lambat 30 Juli 2026 atau tujuh hari sebelum pemanggilan rapat.

Usulan tersebut dapat diajukan oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna maupun satu atau lebih pemegang saham yang mewakili paling sedikit 1/20 dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Setiap usulan wajib diajukan dengan itikad baik, mempertimbangkan kepentingan perseroan, disertai alasan dan bahan pendukung, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar perseroan.

Kinerja BTN

Sementara itu, berdasarkan laporan kinerja keuangan semester I 2026. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun atau meningkat 40,8% secara tahunan.

Kredit dan pembiayaan konsolidasi tumbuh 11,2 persen menjadi Rp418,11 triliun, sedangkan total aset meningkat 12,4% menjadi Rp545,16 triliun.

BTN mencatat penyaluran kredit perumahan sebesar Rp332,88 triliun atau tumbuh 4,8 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kredit nonperumahan meningkat 46,1% menjadi Rp85,22 triliun.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp433 triliun atau tumbuh 6,6% secara tahunan. Perseroan juga mencatat biaya dana (cost of fund) sebesar 3,01% hingga akhir Juni 2026.

Baca Juga : BTN Kejar Perizinan Paylater

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) turun menjadi 2,99% pada semester I 2026, dibandingkan 3,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini