EBuzz – Setahun setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan Bullion Bank, penguatan ekosistem industri emas nasional terus berlanjut melalui rencana pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA).
Kepala Badan Pengelola Investasi Badan Usaha Milik Negara sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, mengatakan bahwa, pembentukan IBMA diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri bullion untuk memperkuat standardisasi, tata kelola, transparansi, serta meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia di tingkat global.

Untuk itu, pihaknya menggelar pertemuan bersama jajaran PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk untuk membahas perkembangan pembentukan IBMA serta langkah strategis memperkuat tata kelola, standardisasi, dan sinergi antarpelaku industri emas nasional.
“Kalau ekosistemnya kuat dan semua pelaku bisa jalan bareng, industri emas kita bakal punya nilai tambah yang jauh lebih besar. Ini bukan cuma soal perdagangan emas, tapi juga bagaimana emas bisa jadi penggerak ekonomi nasional,” kata Dony dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/7/2026). (17/7).
Indonesia Jadi Pusat Pasar Bullion

Dony menekankan, melalui sinergi anatara Danantara dengan BUMN, pembentukan IBMA diharapkan dapat mempercepat hilirisasi emas, memperluas pengembangan produk dan layanan berbasis emas, meningkatkan produktivitas aset emas nasional.
“Diharapkan, pembentukan ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pasar bullion di kawasan Asia Tenggara,” ungkapnya.
Sebagai informasi, sejak layanan Bullion Bank diluncurkan, industri bullion nasional mencatat perkembangan. PT Pegadaian mengelola sekitar 153 ton emas, sedangkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk mengelola sekitar 24 ton emas.
Baca Juga : PMK Emas Berlaku, DPR Minta Aturan Soal Emas Digital Juga Diperjelas
Seiring pertumbuhan tersebut, pemerintah mendorong penguatan tata kelola industri melalui pembentukan IBMA guna menciptakan ekosistem bullion yang lebih terintegrasi dan efisien.

