Pelita Teknologi (CHIP) Bidik Pasar Afrika Lewat Teknologi eSIM

EBuzz – PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) perseroan tengah menjajaki kontrak dengan agen bisnis di Nigeria guna memperluas jangkauan pasar di benua Afrika setelah masuk ke Zambia. Emiten teknologi ini membidik penambahan dua negara tujuan ekspor baru pada tahun 2027 dengan mengandalkan produk eSIM.

Direktur Utama CHIP, Ardarini, mengungkapkan bahwa, ekspansi bisnis perseroan ke Afrika merupakan langkah antisipasi perseroan, dalam menghadapi lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang menguat sekitar 20% hingga 30% dalam tiga sampai empat bulan terakhir.

“Dengan adanya penjualan ekspor, Zambia itu membantu kami juga. Karena kan dolar naik, otomatis kita ada keuntungan foreign exchange. Artinya bisa substitusi silang antara kita penjualan ekspor sama pembelian bahan baku,” ungkap Ardarini dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2026). (30/6).

Capex CHIP

Lebih lanjut Ardarini mengungkapkan, untuk mendukung rencana kerja tahun ini, CHIP mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) berkisar antara Rp2 miliar hingga Rp4 miliar. Nilai ini lebih rendah jika dibandingkan dengan capex tahun 2024 yang mencapai puluhan miliar rupiah, seiring dengan telah rampungnya investasi besar pada fasilitas produksi perseroan.

“CHIP telah memegang sejumlah sertifikasi internasional di bidang manajemen kualitas, keamanan, dan lingkungan, termasuk sertifikasi dari Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) atau Botasupal untuk lini produk voucher dan sim card,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur IT CHIP, Pri Hastanto menyebutkan, sedang menjalankan tahap uji coba atau proof of concept (POC) teknologi eSIM bersama Zambia Telecom, serta melakukan uji coba (trial) pada jaringan 5G.

“CHIP telah mengimplementasikan produk Enterprise Resource Planning (ERP) lokal dan Warehouse Management System secara internal, dan bersiap memasarkannya ke sektor korporasi serta pemerintah pada paruh kedua tahun ini,” papar Pri.

Baca Juga : Pendapatan Menyusut, Laba Bersih BSDE Turun Menjadi Rp277,62 Miliar di QI-2026

Pri Hastanto menambahkan, selain produk ERP, CHIP juga menyiapkan beberapa platform digital seperti Koneqo untuk layanan roaming berbasis aplikasi dan Acton2.cloud untuk sistem manajemen kehadiran karyawan berbasis cloud.

“Agenda riset dan pengembangan (R&D) berbasis kecerdasan buatan (AI) juga dijadwalkan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2026,” katanya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini