EBuzz – PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), korporasi pengelola jaringan rumah sakit dan klinik mata Jakarta Eye Center (JEC), resmi memulai rangkaian penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) dengan target perolehan emisi maksimal Rp683,17 miliar.
Berdasarkan prospektus awal perseroan, JECX berencana melepas sebanyak-banyaknya 487.983.500 lembar saham dengan nilai nominal Rp16 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan tersebut setara dengan 15% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca-IPO.

Dalam catatan, struktur penawaran saham tersebut terbagi menjadi dua skema. Pertama, sebanyak 325.322.300 lembar merupakan saham baru yang dikeluarkan dari portepel perusahaan atau setara 10%. Kedua, sisa 5% atau sebanyak 162.661.200 lembar merupakan aksi divestasi saham milik salah satu pemegang saham individu perseroan, Waldensius Girsang.
Manajemen menetapkan harga penawaran awal (bookbuilding) berada pada rentang Rp1.200 hingga Rp1.400 per saham. Melalui rentang harga tersebut, total penghimpunan dana di pasar primer berpotensi mencapai Rp585,58 miliar hingga Rp683,17 miliar.
“Dari total nilai emisi tersebut, JECX diproyeksikan meraup dana segar sekitar Rp390,39 miliar hingga Rp455,45 miliar, sedangkan porsi divestasi pemegang saham lama bernilai Rp195,19 miliar hingga Rp227,72 miliar,” kata manajemen dalam prospektus perseroan, Selasa (23/6/2026).
Alokasi Dana IPO

Manajemen JECX menjabarkan bahwa, perolehan dana bersih dari hasil IPO ini akan dialokasikan secara ekspansif, terutama untuk memitigasi beban keuangan serta memperkuat likuiditas entitas anak usaha.
Di mana, dana IPO sebesar Rp185 miliar akan digunakan ke entitas anak dalam bentuk modal kerja dan pelunasan utang perbankan. Selain itu, dana sebesar Rp100 miliar akan digunakan untuk pembayaran dipercepat atas sebagian pokok utang perseroan kepada PT Bank HSBC Indonesia. Dan, sebesar Rp40 miliar untuk embayaran dipercepat atas sebagian pokok utang perseroan kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
“Sisa Dana IPO akan dialokasikan untuk modal kerja operasional internal JECX, termasuk biaya gaji dan tunjangan karyawan, yang akan diserap secara bertahap hingga batas akhir 31 Desember 2027,” tulisnya.
Baca Juga : Masuk Masa Bookbuilding, Inaco (JELI) Pasang Harga IPO Rp900-Rp1.120 per Saham
Dalam memuluskan aksi korporasi ini, JECX telah menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (IDX: TRIM) selaku penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Perseroan juga mengalokasikan 2,29% dari total saham IPO atau sebanyak 11.165.000 lembar untuk Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation/ESA).

Berikut jadwal pelaksanaan penawaran efek JECX hingga melantai di bursa:
Masa Penawaran Awal (Bookbuilding): 22 – 24 Juni 2026
Perkiraan Tanggal Efektif OJK: 29 Juni 2026
Perkiraan Masa Penawaran Umum: 1 – 3 Juli 2026
Perkiraan Tanggal Penjatahan: 3 Juli 2026
Perkiraan Pencatatan Saham di BEI (Listing): 7 Juli 2026

