EBuzz – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp5,04 triliun dari perolehan laba bersih Tahun Buku 2025. Alokasi modal tersebut merefleksikan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sebesar 70%.
Berdasarkan formulasi jumlah saham yang beredar, para pemegang saham emiten pertambangan pelat merah ini akan mengantongi dividen sebesar Rp210 per lembar saham. Mengacu pada harga penutupan saham ANTM pada perdagangan Rabu (10/6/2026) di level Rp2.750 per saham, indikasi tingkat dividend yield perseroan tercatat sebesar 7,63%.
Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, memaparkan bahwa sisa dari alokasi laba bersih atau sebesar 30 persen yang setara dengan Rp2,1 triliun akan ditempatkan sebagai saldo laba ditahan.
“Saldo laba ditahan ini akan dialokasikan untuk mendukung pengembangan usaha, penguatan fundamental bisnis, hingga pelaksanaan proyek strategis perseroan ke depan,” ungkap Untung dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (10/6/2026). (11/6).

Sepanjang Tahun Buku 2025, ANTM membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp7,92 triliun. Realisasi bottom-line tersebut melesat hingga 106% dibandingkan dengan perolehan tahun buku 2024 yang senilai Rp3,85 triliun.
Pertumbuhan laba bersih didorong oleh kenaikan pendapatan konsolidasi sebesar 22% secara tahunan (year-on-year/y-o-y) menjadi Rp84,64 triliun, dibanding periode sebelumnya sebesar Rp69,19 triliun. Sektor emas menjadi kontributor utama top-line dengan porsi serapan mencapai 79% dari total penjualan.
Hingga akhir Desember 2025, posisi neraca ANTM memperlihatkan tren ekspansif. Total aset perseroan terkerek naik 18% menjadi Rp52,53 triliun, diimbangi oleh pertumbuhan ekuitas sebesar 14% menjadi Rp36,60 triliun.
Dari aspek likuiditas, arus kas dari aktivitas operasi perseroan melonjak hingga 53% menjadi Rp5,62 triliun, yang sekaligus mengatrol posisi kas dan setara kas perseroan tumbuh sebesar 77% menjadi Rp8,43 triliun.
Rekor Baru Volume Produksi Komoditas

Sementara itu, masing – masing lini bisnis sektoral ANTM sepanjang tahun buku 2025 berhasil mencetak rekor yakni, segmen emas berhasil membukukan pendapatan Rp66,47 triliun naik 15% dengan volume penjualan mencapai 37.365 kilogram, didorong maraknya permintaan domestik terhadap instrumen hedging.
Kemudian, segmen nikel menyumbang pendapatan Rp14,85 triliun atau berkontribusi sebesar 18% terhadap total pendapatan. Produksi bijih nikel melonjak 62 persen menjadi 16,11 juta wet metric ton (wmt) dan penjualan tumbuh 75% menjadi 14,58 juta wmt, mencatatkan rekor tertinggi perseroan dalam dekade terakhir.
Baca Juga : Antam (ANTM) Suntik Modal Rp2,63 Triliun ke Anak Usaha untuk Proyek Hilirisasi Nikel
Dan, untuk segmen bauksit dan alumina mengantongi pendapatan Rp2,92 triliun naik 62%. Produksi bauksit melonjak 112% menjadi 2,83 juta wmt dengan volume penjualan tumbuh 157% menjadi 1,89 juta wmt, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah korporasi. Sementara produksi chemical grade alumina (CGA) tercatat sebesar 181.690 ton dan penjualan sebesar 179.828 ton.

