Kinerja Moncer, Emiten Logistik (TMAS) Tebar Dividen Rp228 Miliar

EBuzz – Emiten jasa transportasi laut dan logistik terintegrasi, PT TEMAS Tbk (TMAS) mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp228 miliar untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan Rp4 per lembar saham atau mencerminkan rasio pembayaran sekitar 40% dari total laba bersih perseroan.

Sepanjang tahun buku 2025, TMAS berhasil membukukan kinerja pendapatan jasa yang stabil di angka Rp4,34 triliun, tumbuh tipis 0,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari tahun 2024. Penopang utama kinerja diraih dari segmen domestik yang tumbuh 2,5% yoy menjadi Rp4,13 triliun.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih tahun berjalan TMAS tercatat sebesar Rp553 miliar, melandai 23,3% dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp722 miliar. Penurunan laba bersih ini dipengaruhi oleh tingginya basis laba tahun 2024 akibat adanya keuntungan pelepasan aset tetap yang tidak berulang di 2025, serta tekanan harga bahan bakar bunker yang mengoreksi margin kotor menjadi Rp797 miliar. Meski demikian, posisi aset perseroan tumbuh positif 19,9% menjadi Rp5,29 triliun.

Direktur Utama TMAS, Ricky Effendi, menjelaskan bahwa alokasi dividen ini telah mengantongi persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

“Sesuai kebijakan dividen perseroan, rasio pembayaran terhadap laba bersih tahun berjalan minimal sebesar 30% apabila perolehan laba bersih melebihi Rp30 miliar,” kata Ricky saat ditemui di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Strategi Ekspansi 2026

Menghadapi tahun buku 2026, perseroan memasang target pendapatan jasa sebesar Rp5,53 triliun, atau membidik pertumbuhan di atas 27% dibandingkan realisasi tahun lalu. Untuk memacu target top-line tersebut, perseroan mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,5 triliun pada tahun ini.

Direktur Business Development TMAS, Ganny Zheng, memaparkan bahwa sebagian besar capex akan dialokasikan untuk penambahan serta peremajaan armada kapal baru, pengadaan alat penunjang kegiatan pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pendukung.

“Memasuki tahun 2026, Perseroan berkomitmen melanjutkan ekspansi armada sebagai bagian dari strategi skalabilitas operasional. Fokus utama kami adalah meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan,” ujar Ganny.

Ganny menegaskan, selain ekspansi armada dan rute baru, manajemen tengah menyiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan mulai berjalan pada Semester II-2026. Perseroan juga melanjutkan kerja sama Build-Operate-Transfer (BOT) dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk memperluas dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter.

“Hingga akhir 2025, TMAS telah menambah netto 7 armada kapal baru sehingga total armada kini mencapai 57 unit kapal berkapasitas 28.542 TEUs dan bobot mati 464.701 DWT. Penambahan ini berhasil menurunkan rata-rata usia armada perseroan menjadi 13 tahun pada 2025, membaik dari posisi 15 tahun pada 2023,” tegasnya.

Baca Juga : Entitas Grup Sinarmas Terbitkan Obligasi Rp1,38 Triliun, Cek Kuponnya

Lebih lanjut Ganny merespons perkembangan geopolitik global khususnya di Timur Tengah. Menurutnya, manajemen akan tetap mawas diri. Walau tidak berdampak langsung pada operasional lini bisnis utama, perseroan terus mencermati dinamika tersebut karena menjadi salah satu faktor penentu volatilitas harga bahan bakar dan mata rantai pasok global.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini