BNI Alihkan 77,86 Juta Saham Buyback ke Pegawai, Saham Naik 2,29% dalam Sehari

EBuzz – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) resmi mengalihkan seluruh saham hasil pembelian kembali atau buyback tahun 2026 untuk program kepemilikan saham bagi pegawai perseroan. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (17/7/2026), BNI menyampaikan bahwa proses pengalihan saham hasil buyback tersebut telah rampung dilaksanakan pada 16 Juli 2026.

Sekretaris Perusahaan BNI, Okki Rushartomo, mengatakan aksi korporasi ini merupakan tindak lanjut atas keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 9 Maret 2026. “Pengalihan saham hasil pembelian kembali ini merupakan bagian dari implementasi program kepemilikan saham bagi pegawai sebagai bentuk remunerasi berbasis kinerja,” ujar Okki.

Dalam keputusan RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui pengalihan saham hasil buyback yang sebelumnya disimpan sebagai saham treasury atau treasury stock. Skema pengalihan dapat dilakukan melalui penjualan kembali di dalam maupun luar Bursa Efek Indonesia, serta dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi pegawai dan pengurus perseroan.

Setelah merampungkan transaksi buyback yang diumumkan pada 6 Juli 2026, BNI mengalihkan seluruh saham hasil pembelian kembali sebanyak 77.856.100 saham kepada pegawai. Dengan tuntasnya proses tersebut, BNI memastikan tidak lagi memiliki saham treasury yang berasal dari pelaksanaan buyback saham tahun 2026.

Okki menjelaskan, program kepemilikan saham pegawai ini diharapkan mampu memperkuat keterikatan antara pegawai dengan kinerja serta pertumbuhan perusahaan ke depan. “Penyelesaian pengalihan seluruh saham hasil buyback ini tidak memberikan dampak negatif terhadap BNI dan tidak memengaruhi kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha BNI,” katanya.

Baca Juga BOBA Bukukan Penjualan Rp100,63 Miliar dan Laba Rp10,80 Miliar di Semester I-2026

Dari sisi pergerakan harga, saham BBNI pada perdagangan Jumat (17/7/2026) menguat 2,29% ke level Rp 3.580 per saham. Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham bank pelat merah ini tercatat telah menguat 4,68%, mengindikasikan respons positif pelaku pasar terhadap sejumlah aksi korporasi yang dijalankan perseroan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini