EBuzz – Raksasa konglomerasi PT Astra International Tbk (ASII) mencatat adanya kontraksi kinerja sepanjang kuartal I-2026. Di mana, laba bersih perseroan mengalami penyusutan sebesar 16% menjadi Rp5,9 triliun dibandingkan Rp6,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, laba bersih per saham tercatat lebih rendah 15% menjadi Rp146.
Presiden Direktur ASII, Rudy, menjelaskan bahwa penurunan performa ini secara umum dipicu oleh melandainya kontribusi dari divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi, dan Energi.
Secara spesifik, sektor pertambangan emas mencatatkan kontribusi yang minim, ditambah dengan penurunan volume pada bisnis alat berat serta jasa penambangan, serta adanya beberapa beban non-operasional.
“Kinerja secara keseluruhan terpengaruh oleh penurunan kontribusi dari bisnis pertambangan emas yang minim, volume yang lebih rendah di alat berat dan bisnis jasa penambangan, serta beberapa non-recurring charges,” ungkap Rudy dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2026). (30/4).
Astra Gelar Buyback Saham

Meski demikian, kata Rudy, Astra mencatatkan adanya peningkatan kinerja pada lini bisnis lainnya yang mampu mengimbangi sebagian dari penurunan di sektor komoditas tersebut. Di tengah tantangan laba, Astra menegaskan komitmennya untuk meningkatkan imbal hasil bagi para pemegang saham melalui aksi korporasi yang agresif.
“Perseroan baru saja mengumumkan tahap ketiga program pembelian kembali saham atau share buyback dengan nilai mencapai Rp2,0 triliun. Secara akumulatif, total pembelian kembali saham yang telah direalisasikan Astra hingga saat ini mencapai Rp2,7 triliun,” ucapnya.
Sementara itu, terkait prospek bisnis ke depan, dirinya memproyeksikan bahwa dinamika pasar masih akan diselimuti ketidakpastian, terutama akibat faktor eksternal.
Baca Juga : Astra (ASII) Siapkan Capex Rp36 T di 2026, Mayoritas untuk Operasional
“Ke depan, kondisi pasar diperkirakan masih akan menantang di tengah ketegangan geopolitik. Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” tutupnya.

