RMKE Gandeng Glencore, Perkuat Target Penjualan Batubara 3,8 Juta pada 2026

EBuzz – Perusahaan penyedia jasa logistik batubara terintegrasi dan perdagangan batubara, PT RMK Energy Tbk (RMKE) mengumumkan penguatan kerja sama strategis di hari ini dengan Glencore, salah satu perusahaan komoditas global terbesar di dunia.

Kerja sama ini mencakup kesepakatan jual beli batubara yang diproyeksikan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan kinerja perusahaan.

Sinergi ini merupakan langkah strategis RMKE untuk memperluas jangkauan pasar dan mengoptimalkan lini bisnis penjualan batubara di samping jasa logistik yang menjadi kekuatan utama perusahaan. Hingga periode Maret 2026, realisasi kerja sama ini telah menunjukkan hasil yang positif.

Glencore tercatat telah berkontribusi sebesar 21,14% terhadap total pendapatan penjualan batubara RMKE pada kuartal pertama tahun ini. Angka ini mencerminkan kepercayaan mitra global terhadap kualitas layanan dan ketersediaan komoditas yang dikelola oleh RMKE.

Direktur Utama RMK Energy, Vincent Saputra menyatakan kerja sama dengan Glencore ini juga akan meningkatkan kinerja RMKE secara keseluruhan, khususnya dari segmen penjualan batubara.

Baca juga: 100 persen Dana IPO Sudah Terserap! Jantra Grupo (KAQI) Geber Ekspansi dan Berencana Buyback Saham

“Pada tahun 2026, dengan infrastruktur yang telah terintegrasi dengan baik dan bertambahnya klien-klien baru dari segmen penjualan, RMKE menargetkan untuk menjual total 3,8 juta ton batubara.”, kata Vincent dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).

Optimisme RMKE didukung oleh kesiapan infrastruktur logistik yang mumpuni, yang memungkinkan proses pengangkutan dan pengiriman batubara berjalan lebih efisien.

Ke depan, RMKE berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pihak guna memperkokoh posisi perusahaan sebagai pemain utama dalam rantai pasok energi di Indonesia.

Dengan integrasi logistik dari hulu hingga ke hilir, RMKE dapat mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan energi dengan biaya logistik yang kompetitif.

“Kami meyakini bahwa biaya logistik yang efisien akan sangat mendukung kebijakan sektor energi pemerintah saat ini, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional,” tutup Vincent.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini