EBuzz – PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) menargetkan pemulihan kinerja keuangan pada tahun buku 2026 dengan membidik pertumbuhan pendapatan dan laba seiring prospek industri pelayaran penunjang minyak dan gas bumi (migas) lepas pantai yang dinilai masih positif.
Direktur PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk, Edi Purwanto, mengatakan perseroan menargetkan pendapatan sebesar US$4,75 juta pada 2026 atau tumbuh lebih dari 5% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Selain meningkatkan pendapatan, perseroan juga menargetkan laba usaha sebesar US$1,94 juta serta laba tahun berjalan sebesar US$1,18 juta.
“Target pemulihan ini melengkapi tren positif penyehatan keuangan perseroan setelah sebelumnya berhasil memangkas rugi bersih hingga 78,16% pada tahun 2025,” ujar Edi dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, optimisme tersebut didorong oleh prospek industri pelayaran dan jasa penunjang migas lepas pantai yang tetap kondusif di tengah meningkatnya aktivitas eksplorasi dan produksi migas domestik.
Strategi TAMU Kejar Target

Edi mengatakan, peningkatan kebutuhan energi nasional serta target produksi migas yang dicanangkan pemerintah menjadi peluang bagi perseroan untuk memperluas pangsa pasar.
Untuk mencapai target tersebut, TAMU menyiapkan tiga strategi utama. Pilar pertama adalah memperluas pasar melalui partisipasi aktif dalam tender terbuka, akuisisi pelanggan baru, serta menjalin kerja sama jangka panjang.
Strategi berikutnya, difokuskan pada peningkatan keunggulan operasional melalui optimalisasi utilisasi armada Anchor Handling Tug Supply (AHTS) dan Accommodation Work Barge (AWB), efisiensi konsumsi bahan bakar, serta penerapan standar kesehatan, keselamatan, dan lingkungan (HSE) secara konsisten.
“Sementara itu, pilar ketiga diarahkan pada penguatan aspek keuangan dan tata kelola perusahaan melalui pengendalian biaya operasional, penguatan modal kerja, serta menjaga rasio kewajiban tetap terukur,” terangnya.
Baca Juga : Gejolak Saham, Bursa Minta Penjelasan Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU)
Edi menambahkan, perseroan optimistis kombinasi restrukturisasi operasional, efisiensi biaya, dan rekam jejak keselamatan kerja akan mendukung pemulihan kinerja keuangan pada 2026.

“Melalui kombinasi restrukturisasi operasional, efisiensi biaya, serta rekam jejak keselamatan kerja yang bersih, PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk optimistis mampu mengembalikan kinerja keuangan ke zona positif pada 2026 sekaligus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” tutup Edi.

