EBuzz – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menandatangani Trade Facility Agreement dengan PT Bank Mizuho Indonesia senilai hingga US$75 juta. Fasilitas non-cash loan tersebut diberikan tanpa agunan (clean basis) dan akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional serta pengembangan proyek panas bumi perseroan.
Direktur Keuangan PGEO, Fransetya Hutabarat, mengatakan fasilitas tersebut merupakan fasilitas pinjaman dan trade tanpa komitmen (omnibus facility) yang mencakup Bank Garansi, Standby Letter of Credit (SBLC), Letter of Credit (L/C) Impor, Account Payable Financing (APF), serta revolving loan facility.
Menurutnya, pemberian fasilitas tanpa agunan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap profil risiko dan kinerja keuangan perseroan.

“Kehadiran fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek panas bumi PGEO,” ujar Fransetya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).
Baca Juga : Pertamina Geothermal (PGEO) Serap 67% Dana IPO, Sisa Rp2,84 Triliun
Fransetya menilai kerja sama dengan Bank Mizuho Indonesia menjadi langkah strategis bagi perseroan dalam memperluas akses pendanaan sekaligus meningkatkan fleksibilitas pembiayaan untuk mendukung agenda pertumbuhan jangka panjang.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini. Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGEO ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan bersama-sama mendorong percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission di Indonesia,” sambungnya.
Akses Pendanaan PGEO

Fransetya menambahkan, kolaborasi dengan Bank Mizuho Indonesia yang merupakan bagian dari salah satu grup jasa keuangan terbesar di Jepang turut memperkuat ekosistem pendanaan hijau PGEO.
“Perseroan juga telah memperoleh dukungan pembiayaan melalui berbagai instrumen pendanaan berkelanjutan dan kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan internasional,” ucap Fransetya.
Sementara itu, Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia, Heru Gautama Hatman, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan PGEO.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan PGEO kepada Bank Mizuho Indonesia. Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ambisi PGEO untuk menjadi salah satu contoh pengembangan panas bumi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” ujar Heru.

Sebagai produsen panas bumi terkemuka dunia sekaligus geothermal centre of excellence, PGEO terus menerapkan strategi pendanaan yang sehat dan prudent untuk memastikan keberlanjutan investasi pada proyek-proyek pengembangan panas bumi.
Baca Juga : Proyek Pemipaan Rampung, PGEO Tambah Kapasitas PLTP Kamojang 23,8 MW
Melalui kolaborasi dengan berbagai institusi keuangan internasional, perseroan menargetkan kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

