EBuzz – Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai, pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) berpotensi memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional, termasuk masyarakat di sekitar kawasan.
Menurut Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo, manfaat yang dihasilkan PFII tidak hanya terbatas pada aktivitas transaksi keuangan, tetapi juga mencakup penciptaan lapangan kerja berkualitas, transfer teknologi, hingga penguatan infrastruktur nasional.
“Dampak berantainya tidak hanya berhenti di meja transaksi keuangan, melainkan terciptanya lapangan kerja berkualitas, transfer teknologi, hingga penguatan infrastruktur nasional,” kata Jona dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/7/2026). (27/7).
Kehadiran PFII Perkuat Ekosistem Investasi

Ia mengatakan, PFII tidak semata-mata menawarkan berbagai insentif bagi investor, tetapi juga dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan modal global dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Menurutnya, keberadaan PFII diharapkan dapat memperkuat ekosistem investasi sekaligus memperluas akses pembiayaan untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor strategis.
“Saat ini, pemerintah tengah mendorong masuknya investasi global guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembangunan PFII dengan skema insentif yang kompetitif,” imbuhnya.
Lebih lanjut Jona menambahkan, Jona kehadiran pusat keuangan internasional tersebut dapat menjadi salah satu terobosan untuk memperluas basis pembiayaan nasional di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

“Kehadiran pusat keuangan ini dapat menjadi salah satu terobosan dalam memperluas basis pembiayaan Indonesia, terutama ketika persaingan antarnegara untuk menarik modal, talenta, dan aktivitas jasa keuangan global semakin ketat,” ujar Jona.
Baca Juga : Pemerintah Kerucutkan Lokasi PFII, Bali Barat dan Kawasan Bandara Jadi Kandidat Utama
PFII diposisikan sebagai kawasan finansial baru yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan antarnegara dalam menarik arus modal, talenta, serta aktivitas jasa keuangan internasional.

