NINE Gelar RUPSLB untuk Percepat Transformasi ke Sektor Tambang dan Energi Terbarukan

Ebuzz—PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) menggalang dukungan pemegang saham untuk mempercepat transformasi bisnis menuju sektor pertambangan dan energi terbarukan. Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara daring pada 7 Mei 2026, menyusul masuknya Poh Group sebagai pemegang saham pengendali baru.

Agenda rapat mencakup perubahan susunan direksi dan komisaris, persetujuan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD), revisi Anggaran Dasar, serta pemberian kuasa kepada Direksi untuk mengeksekusi aksi korporasi tersebut. Manajemen menilai momentum ini penting untuk mengawal transisi bisnis dari teknologi informasi menuju energi dan pertambangan.

Direktur NINE Irwan Dharma Kusuma menyampaikan bahwa perusahaan telah menetapkan peta jalan jangka panjang untuk memperkuat ekspansi pada sektor energi dan hilirisasi. “Kami melihat peluang besar bagi Techno9 di berbagai lini, mulai dari sektor pertambangan, energi, hingga produk hilir bernilai tambah. Meskipun kami merambah sektor baru, kami tetap mempertahankan layanan teknologi bernilai tinggi dan terus menjajaki peluang lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).

Irwan menegaskan bahwa kekuatan utama NINE tetap terletak pada teknologi yang dikembangkan secara mandiri. Menurutnya, perusahaan akan mengimplementasikan proprietary technologies yang telah teruji secara komersial, termasuk pengembangan energi dari limbah (waste to energy) dan biomassa. “Ini adalah komitmen kami terhadap keberlanjutan dan efisiensi operasional, sejalan dengan program Pemerintah dalam ketahanan energi,” katanya.

Manajemen menilai tahun ini sebagai tahap pemulihan struktur keuangan dan peningkatan profil aset. Salah satu langkah strategis adalah penyelesaian rencana reverse takeover (RTO) yang akan menyuntikkan bisnis pertambangan dan energi milik Poh Group ke dalam NINE. Integrasi ini diharapkan memperkuat fundamental dan meningkatkan prospek profitabilitas perseroan.

Perseroan juga menyiapkan aksi korporasi rights issue untuk mengintegrasikan aset-aset tambang di Mongolia, yang pelaksanaannya menunggu persetujuan pemegang saham. Irwan menegaskan bahwa akuisisi tersebut tidak membebani arus kas. “Tidak terdapat biaya tunai untuk mengakuisisi aset tambang Mongolia; aset tersebut akan dimasukkan ke dalam perseroan melalui proses PMHMETD,” jelasnya.

Dengan percepatan transformasi dan dukungan pemegang saham, NINE menargetkan peningkatan skala usaha di sektor energi dan pertambangan, sekaligus memperkuat posisi sebagai perusahaan teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan di Indonesia.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini