EBuzz — Pemilik PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, dikabarkan membidik sekitar 62,2% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik pengusaha Dato’ Low Tuck Kwong. Sumber pasar menyebutkan nilai akuisisi ini mencapai sekitar 5,5 miliar Dollar AS. Rumor ini memicu aksi net buy dari sejumlah sekuritas asing pada saham BYAN.
Investor Asing Borong Saham BYAN
Empat perusahaan sekuritas mencatatkan net buy saham BYAN dengan nilai di atas Rp100 juta pada perdagangan terakhir. Investor asing membukukan net buy saham BYAN senilai total Rp2.013.450.000 pada periode tersebut.
Dua broker asing memimpin aksi net buy tersebut, yaitu DP (DBS Vickers Sekuritas Indonesia) dan YU (CGS International Sekuritas Indonesia). Aksi beli bersih ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar mulai memperhitungkan potensi perubahan struktur kepemilikan BYAN ke dalam valuasi saham.
Foto Peninjauan Tambang Picu Spekulasi Pasar
Rumor akuisisi ini mencuat setelah sebuah foto beredar luas di kalangan pelaku pasar. Foto tersebut memperlihatkan Haji Isam bersama pemegang saham pengendali Bayan Resources Dato’ Low Tuck Kwong dan pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) Norman Joesoef meninjau area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026).
Pelaku pasar menilai kehadiran ketiga tokoh bisnis dalam satu kunjungan sebagai sinyal kuat negosiasi transaksi tengah berlangsung. Meski demikian, rencana pengambilalihan 62,2% saham BYAN ini masih sebatas rumor. Struktur transaksi dan realisasi akuisisi belum mendapat kepastian resmi dari pihak manapun.
Baca Juga HUT ke-81 RI, BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia
Struktur Kepemilikan BYAN Dukung Angka Rumor
Data pemegang saham BYAN per 29 Mei 2026 menunjukkan Low Tuck Kwong menguasai 40,24% saham perseroan. Elaine Low memegang 22% saham, sementara PT Sumber Suryadaya Prima menggenggam 10% saham BYAN.
Kepemilikan gabungan Low Tuck Kwong dan Elaine Low mencapai 62,22% saham BYAN berdasarkan data tersebut. Angka ini nyaris identik dengan porsi 62,2% yang disebut-sebut dalam rumor akuisisi oleh Haji Isam, memperkuat spekulasi bahwa target transaksi mengarah pada pengambilalihan saham pengendali dari kedua pemegang saham utama ini.

