EMAS Guyur Rp6,5 Triliun ke Pani Industri, Lanjutkan Ekspansi di Tengah Rencana Listing Hong Kong

EMAS Guyur Rp6,5 Triliun ke Pani Industri, Lanjutkan Ekspansi di Tengah Rencana Listing Hong Kong
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan pemberian fasilitas pinjaman kepada anak usahanya, PT Pani Industri Nusantara, dengan total maksimal Rp6,5 triliun. Langkah ini memperkuat struktur pendanaan di tengah fase awal produksi komersial Tambang Emas Pani.

Fasilitas Pinjaman Intragrup

EMAS menyalurkan porsi terbesar sebesar Rp3 triliun. PT Gorontalo Sejahtera Mining dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera masing-masing menyumbang Rp1,7 triliun. Pani Industri Nusantara akan memakai dana tersebut untuk kebutuhan korporasi umum, working capital, belanja modal (capital expenditure), dan operasional.

Agenda Listing di Hong Kong

EMAS sebelumnya mengajukan permohonan pencatatan saham (Form A1) ke The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) pada 20 Maret 2026. Perseroan menunjuk UBS Securities Hong Kong Limited dan CITIC Securities (Hong Kong) Limited sebagai joint sponsors, sesuai ketentuan Rules Governing the Listing of Securities on The Stock Exchange of Hong Kong Limited.

Manajemen menargetkan akses yang lebih luas ke investor internasional, peningkatan likuiditas perdagangan saham, dan fleksibilitas lebih besar dalam menggalang pendanaan. Aksi korporasi ini juga memperkuat profil internasional perseroan serta mendiversifikasi basis pemegang saham melalui investor institusi global.

Selain itu, manajemen berharap dual listing ini mengerek standar tata kelola dan pelaporan sesuai kerangka regulasi internasional. Perseroan menegaskan akan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku dan kondisi pasar.

Baca Juga Bantah Ajukan Proposal, Danantara Serahkan Porsi Kepemilikan Saham BEI ke OJK

Tambang Emas Pani Masuk Produksi Komersial

EMAS saat ini mengembangkan dan mengoperasikan Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Pada 2030, tambang ini diperkirakan menempati posisi di antara dua tambang emas primer dengan tingkat produksi tertinggi di Asia.

Proyek tersebut mencatat first gold pour pada Februari 2026. Perseroan lalu menyelesaikan penjualan emas pertama pada Maret 2026 kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), berdasarkan perjanjian jual beli emas domestik selama dua tahun. Capaian ini menandai dimulainya produksi komersial dan menjadi tonggak penting bagi kegiatan operasional perseroan.