GIAA Siapkan Rights Issue Jumbo, Saham GMFI Jadi Setoran Modal Danantara

GIAA Siapkan Rights Issue Jumbo, Saham GMFI Jadi Setoran Modal Danantara
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) merencanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) III atau rights issue sebagai bagian dari restrukturisasi penyehatan keuangan. Perseroan menerbitkan sebanyak-banyaknya 124.352.806.609 saham Seri E dengan nilai nominal Rp25 per saham. Harga pelaksanaan akan diumumkan kemudian dalam prospektus.

Tindak Lanjut Inbreng Lahan

Rencana ini melanjutkan aksi inbreng lahan milik PT Aviasi Pariwisata Indonesia (API) kepada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). Inbreng tersebut mendilusi kepemilikan GIAA di GMFI, sehingga API kini menjadi pemegang saham mayoritas. Garuda tetap berstatus pemegang saham pengendali GMFI.

Sesuai Rancangan Restrukturisasi Penyehatan, inbreng lahan menjadi tahap awal penyehatan Garuda Indonesia. API kemudian mengalihkan saham GMFI kepada InJourney, lalu InJourney meneruskannya kepada PT Danantara Asset Management (DAM) lewat pembagian dividen nontunai atau dividend in specie.

Skema Dividend in Specie

RUPS API pada 26 Juni 2026 menyetujui pembagian dividen nontunai kepada InJourney, selaku pemegang saham Seri B API, berupa saham GMFI senilai Rp5,664 triliun. Pembagian ini efektif setelah API memperoleh persetujuan InJourney atas pelepasan seluruh penyertaan di GMFI dan penghapusbukuan saham tersebut, serta setelah InJourney mendapat persetujuan DAM atas penerimaan saham itu.

Berikutnya, RUPS InJourney pada 29 Juni 2026 menyetujui pembagian dividen nontunai kepada DAM, selaku pemegang saham Seri B terbanyak, berupa saham GMFI senilai Rp5,664 triliun. Pembagian ini efektif setelah InJourney menerima saham GMFI dari API, memperoleh persetujuan DAM atas pelepasan dan penghapusbukuan, serta setelah DAM memperoleh persetujuan RUPS atas penerimaan saham.

DAM Setor Saham GMFI, Publik Setor Tunai

DAM, pemegang saham utama Garuda Indonesia dengan 370.902.553.959 saham, akan menebus HMETD miliknya lewat penyetoran dalam bentuk lain atau inbreng berupa saham GMFI. Saham tersebut baru dapat dipakai setelah seluruh persyaratan terpenuhi dan kepemilikannya beralih efektif kepada DAM. Saat keterbukaan informasi terbit, saham GMFI yang menjadi objek setoran masih dimiliki API. Sementara itu, porsi HMETD publik akan disetorkan secara tunai.

Baca Juga Bantah Ajukan Proposal, Danantara Serahkan Porsi Kepemilikan Saham BEI ke OJK

Penggunaan Dana

Garuda memperkirakan dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan dipakai untuk memperoleh saham GMFI melalui penyertaan modal DAM secara nontunai. Langkah ini diharapkan memperbaiki kondisi keuangan sekaligus menunjang kegiatan operasional perseroan. Sisa dana akan menjadi working capital untuk merealisasikan rencana transformasi.

Pada 2026, transformasi berfokus pada stabilisasi dan pemulihan ketahanan operasional. Mulai 2027, Garuda Indonesia Group secara bertahap membenahi aspek struktural yang mencakup sumber daya manusia, proses, dan kapabilitas digital.