Prajogo Pangestu dan Hapsoro Rangkai Akuisisi Silang Rp1,73 Triliun di Sektor Batu Bara

EBuzz — Kongsi bisnis Prajogo Pangestu dan Hapsoro kian erat lewat rangkaian aksi korporasi lintas perusahaan yang saling terkait. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi mengakuisisi 99,995 persen saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp1,73 triliun, sementara Petrosea justru berbalik masuk sebagai salah satu pemegang saham terbesar SINI.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip Senin (27/7/2026), PTRO membeli 239,105 juta saham SINI pada 23 Juli 2026 dengan harga Rp5.000 per saham. Transaksi tersebut mengerek kepemilikan Petrosea di SINI dari 1,212 juta saham atau setara 0,25 persen menjadi 239,105 juta saham atau 19,88 persen. Perseroan menyebut aksi ini dilakukan murni untuk tujuan investasi.

Masuknya PTRO ke jajaran pemegang saham SINI terjadi tak lama setelah rampungnya akuisisi 99,995 persen saham KMS, entitas tambang yang sebelumnya berada di bawah kendali Petrosea. Dengan nilai transaksi sekitar Rp1,73 triliun, SINI kini berstatus sebagai pemegang saham pengendali KMS, langkah yang disebut perseroan sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis pertambangan batu bara.

Selain PTRO, sejumlah investor turut memperkuat cap table SINI pada hari yang sama. Autum Prima Indonesia menambah 60 juta saham, namun porsi kepemilikannya justru terdilusi dari 30 persen menjadi 16,99 persen menyusul peningkatan jumlah saham beredar Perseroan pasca-aksi korporasi. Sementara itu, Ever Grace International Trading Limited masuk sebagai pemegang baru dengan 90 juta saham atau 7,48 persen, dan PT Deli Indonesia Raya mengempit 30 juta saham setara 2,49 persen.

Rangkaian transaksi jual-beli saham tersebut berjalan beriringan dengan penandatanganan perjanjian jasa pertambangan antara dua anak usaha SINI, yakni PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP), dengan Petrosea sebagai kontraktor. Dalam perjanjian itu, Petrosea akan menggarap pekerjaan pengupasan lapisan penutup atau overburden removal serta penambangan batu bara sepanjang umur tambang atau life of mine. Potensi nilai kontrak diperkirakan menembus Rp57 triliun, terdiri dari Rp45,57 triliun untuk proyek PBC dan Rp11,48 triliun untuk proyek CBP.

Konstruksi transaksi ini menempatkan relasi SINI dan Petrosea melampaui sekadar jual-beli aset biasa. Meski telah melepas kepemilikan di KMS, Petrosea tetap terikat dengan SINI, baik sebagai pemegang saham maupun mitra operasional lewat kontrak jasa pertambangan jangka panjang, sebuah pola yang lazim disebut pasar sebagai cross-shareholding.

Baca Juga Analis Sebut Mundurnya Perry Warjiyo Jadi Ujian Independensi BI

Sebagai catatan, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per akhir Juni 2026, tercatat tiga beneficial owner individu di SINI, yakni Limas Ananto dengan kepemilikan 15,49 persen, Hendrikus Yulidar Putra Karim sebesar 30 persen, dan Hapsoro dengan porsi 9 persen.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini