Optimalkan Panas Bumi, Produksi Listrik PGEO Naik 13,62%

EBuzz – Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW). Namun, pemanfaatannya saat ini masih kurang dari 12%. Dari potensi tersebut, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) memiliki sekitar 3 GW potensi panas bumi di wilayah kerja panas bumi (WKP) Perseroan.

Adapun kapasitas terpasang yang dioperasikan secara mandiri oleh PGEO mencapai 727 megawatt (MW). Pada semester I-2026, PGEO mencatat produksi listrik sebesar 2.745 gigawatt-hour (GWh), meningkat 13,62 persen secara tahunan. Kinerja tersebut didukung availability factor sebesar 99,71 persen dan capacity factor sebesar 90,42 persen.

Direktur Utama PGEO Ahmad Yani mengatakan, kedaulatan energi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan listrik, tetapi juga kemampuan Indonesia mengandalkan sumber energi dalam negeri yang andal.

“Panas bumi beroperasi 24 jam, tidak bergantung pada impor, serta tidak terpengaruh cuaca. Karena itu, panas bumi adalah bagian penting dari perjalanan menuju kedaulatan energi,” ujar Ahmad Yani dalam keterangannya, Senin (17/8/2026). (18/8).

Proyek Strategis PGEO

Ahmad Yani menambahkan, untuk meningkatkan kapasitas terpasang, PGEO menyiapkan sejumlah proyek strategis. Proyek tersebut meliputi PLTP Lumut Balai Unit 3-4 di Sumatra Selatan, PLTP Hululais Unit 1-2 di Bengkulu, PLTP Lahendong Unit 7-8 dan Binary Unit di Sulawesi Utara, serta proyek Gunung Tiga di Lampung.

“Menjelang 100 tahun perjalanan panas bumi Indonesia, abad berikutnya adalah kesempatan untuk menjadikannya kekuatan utama bangsa. Kami akan terus menjaga keandalan, mempercepat pengembangan, dan memperluas manfaat panas bumi agar energi dari bumi Indonesia menjadi energi bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Selain mengembangkan kapasitas pembangkit, PGEO juga mengembangkan berbagai inovasi berbasis panas bumi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan ekonomi lokal.

“Sejumlah program tersebut antara lain Melon Geothermal di Ulubelu, pupuk booster Katrili di Lahendong, Eco Eduwisata Kampung Kopi di Karaha, serta Geothermal Dry House di Kamojang,” tegas Ahmad.

Baca Juga : Laba Bersih PGEO Melesat 15,47 Persen di Semester I 2026

Program-program tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan panas bumi untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi Perseroan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini