Laba Bersih PGEO Melesat 15,47 Persen di Semester I 2026

EBuzz — Emiten pelat merah PT Pertamina Energy Tbk (PGEO) membukukan laba bersih senilai USD79,62 juta sepanjang semester I 2026, tumbuh 15,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD68,95 juta. Pertumbuhan laba ini turut mendorong laba per saham dasar naik menjadi USD0,0019 dari sebelumnya USD0,0017.

Dari sisi top line, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar USD235,03 juta, atau tumbuh 14,73 persen dari USD204,85 juta pada semester I 2025.

Beban Operasional Ikut Terkerek

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan dan beban langsung lainnya turut membengkak menjadi USD104,58 juta, dari sebelumnya USD84,19 juta. Meski demikian, laba kotor perseroan tetap tumbuh ke level USD130,44 juta, naik dari USD120,65 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Beban umum dan administrasi juga mengalami kenaikan signifikan menjadi USD16,36 juta dari USD11,33 juta, sementara pendapatan lain-lain tercatat naik tipis menjadi USD483 ribu dari USD387 ribu.

Kombinasi tersebut membawa laba usaha perseroan melesat menjadi USD114,55 juta, dari USD109,7 juta pada semester I 2025.

Baca Juga Perusahaan Hashim (WIFI) Terbitkan Samurai Bond Rp2,4 Triliun

Laba Selisih Kurs Jadi Penopang

Di sisi non-operating, pendapatan keuangan justru tercatat menyusut menjadi USD11,5 juta dari USD15,77 juta. Namun demikian, kinerja bottom line tertolong oleh laba selisih kurs yang meroket menjadi USD5,05 juta, berbalik dari posisi rugi kurs USD13,44 juta pada periode sebelumnya.

Di sisi lain, bagian rugi dari ventura bersama tercatat sebesar USD29 ribu, berbalik dari laba USD82 ribu pada semester I tahun lalu. Beban keuangan turut naik tipis menjadi USD15,25 juta dari USD14,7 juta, sementara beban pajak penghasilan melonjak menjadi USD36,22 juta dari USD28,48 juta.

Dengan seluruh komponen tersebut, PGEO membukukan laba tahun berjalan sebesar USD79,6 juta, naik tipis dari USD68,93 juta pada semester I 2025, mencerminkan ketahanan kinerja perseroan di tengah kenaikan beban operasional dan tekanan pada pos pendapatan keuangan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini