EBuzz – PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) sukses menorehkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 6,2% menjadi Rp7,1 triliun. Capaian positif ini turut mendongkrak laba bersih perseroan hingga menyentuh angka Rp549 miliar.
Atas capaian tersebut, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp207 miliar atau setara Rp13,5 per lembar saham. Langkah ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen emiten pengelola RS Hermina tersebut dalam memberikan nilai tambah nyata kepada para pemegang saham di tengah dinamika sektor kesehatan.
Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk, Yulisar Khiat, menekankan bahwa perseroan tetap konsisten pada jalur pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur dan kualitas layanan.
“Perseroan secara konsisten menjalankan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan jaringan layanan, transformasi digital, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan. Fokus kami tidak hanya pada ekspansi, tetapi juga pada peningkatan manfaat yang nyata bagi masyarakat melalui layanan yang berkualitas dan berstandar tinggi,” ujar Yulisar saat ditemui di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Pengembangan Teknologi Rumah Sakit

Yulisar menambahkan, sepanjang tahun 2025, HEAL telah mengesekusi berbagai program prioritas, termasuk pengembangan pusat layanan unggulan seperti onkologi, fertilitas, hingga stroke center.
Sementara dari sisi teknologi, perseroan melakukan percepatan transformasi digital melalui sistem informasi rumah sakit dan penguatan aplikasi Halo Hermina. Selain itu, pengembangan jaringan fisik terus dikebut dengan melanjutkan pembangunan RS Hermina di Bali dan Salatiga, serta ekspansi kapasitas di rumah sakit eksisting.
“HEAL kini mulai mengembangkan model operatorship sebagai salah satu pilar pertumbuhan jangka panjang untuk memperkuat posisi sebagai jaringan layanan kesehatan terbesar di Indonesia,” imbuhnya.
Baca Juga : Perkuat Infrastruktur Kesehatan Bali, Hermina (HEAL) Resmikan RS ke-53 di Badung
Dalam RUPS tersebut, para pemegang saham telah menyetujui pengunduran diri Darwin Cyril Noerhadi dari jabatan Komisaris pada 17 Maret 2026. Sebagai penggantinya, perseroan menunjuk Iswan Kosasih sebagai Komisaris baru, serta mengangkat Yustinus Immanuel Herawan sebagai Direktur Perseroan.

Dengan struktur organisasi baru dan dukungan mitra usaha, HEAL optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan sehat serta menghadirkan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2026.

