EBuzz – Emiten ritel produk gaya hidup anak usaha Erajaya Group, PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), memasang target ekspansi agresif dengan membidik penambahan 18 hingga 20 jaringan showroom atau dealer mobil listrik (EV) asal China, XPENG, di sepanjang tahun buku 2026.
Direktur Utama ERAL, Djohan Sutanto, memaparkan bahwa hingga kuartal I-2026, perseroan telah merealisasikan pembangunan jaringan distribusi XPENG sebanyak 8 unit dealer.

“Kita targetkan penambahan sebanyak 18 hingga 20 dealer hingga akhir tahun ini,” kata Djohan dalam pemaparan public expose perseroan yang digelar secara virtual, Selasa (23/6/2026).
Djohan menambahkan, peta arah ekspansi jaringan pemasaran kendaraan listrik tersebut tidak lagi berpusat di ibu kota. Manajemen memilih strategi penetrasi pasar ke wilayah sub-urban dan kota-kota penyangga utama.
“Mayoritas pengembangan dealer mobil listrik XPENG akan lebih banyak di luar kota Jakarta. Mulai dari kawasan penyangga seperti Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi serta berbagai wilayah lain. Tidak hanya itu, fokus kami juga terus memperluas jangkauan layanan konsumen mobil listrik XPENG di Indonesia,” ujarnya.
Perubahan Struktur Saham EIDO Pasca-Divestasi ke XPENG

Aksi ekspansi jaringan hilir ini berjalan beriringan dengan restrukturisasi lini manufaktur hulu perseroan. Sebelumnya, anak usaha PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) ini mengumumkan bahwa prinsipal otomotif global, Guangzhou Xiaopeng Motors Technology Co., Ltd. (XPENG), telah resmi mengambil alih status pengendali mayoritas pada entitas anak ERAL, PT Era Industri Otomotif (EIDO).
Berdasarkan kronologi kepemilikan modal, saham EIDO awalnya dikuasai oleh ERAL sebesar 99,99% dan Komisaris Utama ERAL (sekaligus Presiden Direktur ERAA), Budiarto Halim, sebesar 0,001%. Namun, pada 13 Mei 2026, Budiarto Halim menjual seluruh porsi sahamnya kepada ERAL.
Baca Juga : Harga Naik Ugal-Ugalan, Emiten Hermanto Tanoko (ZONE) Masuk Radar UMA BEI
Selain itu, ERAL mengeksekusi perjanjian pengalihan 154.072 lembar saham atau setara 90,1% kepemilikan EIDO langsung kepada pihak XPENG. Dampak dari divestasi saham tersebut mengubah peta kepemilikan modal di EIDO menjadi XPENG (Xiaopeng Motors): 90,1% atau menjadi pengendali mayoritas, dan porsi PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) sebesar 9,9%.

