EBuzz — Emiten produsen beras kemasan, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), mencatatkan basis pemegang saham sebanyak 24.396 investor dengan total 9,67 miliar saham beredar (outstanding shares), menurut data komposisi kepemilikan terbaru perseroan.
Dari sisi struktur shareholding, porsi saham publik (free float) tercatat sebesar 30,5%, setara 2,95 miliar saham, angka yang masih berada di atas ambang batas minimum ketentuan bursa namun mengindikasikan likuiditas saham yang relatif terbatas dibandingkan porsi mayoritas.
Ricena Investama Kendalikan Mayoritas Saham
Posisi pemegang saham pengendali (controlling shareholder) dipegang oleh PT Ricena Investama Cemerlang dengan kepemilikan 5,80 miliar saham atau setara 59,9% dari total saham beredar, mengonfirmasi dominasi entitas afiliasi keluarga pendiri dalam struktur permodalan perseroan.
Konsentrasi kepemilikan ini turut tergambar dari jajaran manajemen dan keluarga inti. Direktur Utama Sukaking Bujung tercatat menggenggam 31.428.572 saham (0,3%), sementara Sukarto Bujung, sebagai pemegang saham individu terbesar di lingkup keluarga di luar entitas pengendali, memiliki 608.919.506 saham atau 6,2%. Disusul Suhalim Bujung dengan 62.857.144 saham (0,6%), serta empat anggota keluarga lain yang masing-masing mengempit 31.428.572 saham (sekitar 0,3%).
Dari unsur board of commissioners, Komisaris Sukarta memegang 62,85 juta saham (0,6%), sedangkan Elly Tjandra memiliki 24,5 juta saham (0,2%). Adapun Direktur Budiman Susilo tercatat dengan kepemilikan minor sebesar 41.100 saham, atau sekitar 0,0004% dari total saham beredar, mengindikasikan porsi yang nyaris tidak material terhadap struktur kendali perusahaan.
Baca Juga SGER Lunasi Obligasi Rp92 Miliar, Bidik Pendanaan Baru
Investor Publik Dominasi Free Float, Porsi Private Equity Minim
Secara agregat, investor publik menguasai 2,95 miliar saham atau 30,5% dari total kepemilikan, sementara partisipasi investor institusi berbasis private equity tercatat relatif kecil, hanya sekitar 6,66 juta saham.
Struktur kepemilikan yang terkonsentrasi pada kelompok keluarga dan entitas afiliasi ini lazim ditemukan pada emiten dengan latar belakang perusahaan keluarga (family owned business) yang baru menjalani proses initial public offering(IPO), di mana pemegang saham pendiri umumnya mempertahankan kendali mayoritas untuk menjaga kesinambungan arah bisnis pascapencatatan di bursa.

