Garap 5 Sekolah Rakyat di Jatim, WSKT Kantongi Rp1,16 Triliun

EBuzz – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengerjakan pembangunan lima Sekolah Rakyat di Jawa Timur dengan total nilai kontrak mencapai Rp1,16 triliun. Kelima proyek tersebut tersebar di empat kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, serta Kota Surabaya.

Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat diarahkan tidak hanya sebagai fasilitas pendidikan, tetapi juga sebagai lingkungan pendidikan terpadu.

“Sesuai arahan pemerintah, Sekolah Rakyat bukan hanya sebagai tempat belajar, tapi juga lingkungan pendidikan terpadu. Maka kami rancang agar sarana pendidikan di Jawa Timur ini dapat menjadi model kawasan terintegrasi yang mampu mencetak generasi unggul penerus masa depan negara,” kata Paulus dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (3/8/2026). (4/8).

Waskita Karya Dukung Program Pemerintah

Menurut Paulus, pembangunan Sekolah Rakyat turut menjadi bagian dari dukungan Waskita Karya terhadap program pemerintah melalui penyediaan infrastruktur pendidikan.

“Ke depan, kami terus berkomitmen mendukung program pemerintah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Paulus menambahkan, salah satu proyek yang telah mulai digunakan adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya. Fasilitas tersebut mulai dimanfaatkan siswa dan tenaga pengajar untuk kegiatan pendidikan.

Ratusan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Kamis (30/7/2026).

SRT 2 Surabaya memiliki kapasitas 370 siswa. Untuk mempercepat penyelesaian proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur, Waskita Karya mengerahkan hampir 4.500 tenaga kerja, termasuk untuk pengerjaan SRT 2 Surabaya.

“Hampir 4.500 tenaga kerja kami kerahkan guna menyelesaikan proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur, termasuk SRT 2 Surabaya. Mereka bekerja siang dan malam secara bergantian demi mengejar bangunan agar bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar pada Agustus,” kata Paulus.

Dalam proses konstruksi, Waskita Karya menggunakan sejumlah metode untuk mempercepat pengerjaan. Salah satunya metode half slab pada pekerjaan pelat lantai dua.

Baca Juga : Incar Tender Baru, WSKT Ekspansi Proyek Infrastruktur ke Arab Saudi

Perseroan juga mempercepat distribusi material menggunakan hiab crane serta melakukan pengecoran dengan concrete pump dan mobile crane. Selain itu, Waskita Karya memasang struktur rangka atas baja dan melakukan percepatan penyambungan daya listrik PLN melalui penyesuaian tata letak panel sesuai standar teknis.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini