EBuzz – Emiten manufaktur farmasi dan herbal, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) optimistis untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja yang positif sepanjang tahun buku 2026. Meskipun, disepanjang kuartal I-2026 pendapatan perseroan turun 19% dari semula Rp789,1 miliar menjadi Rp640,5 miliar.
Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat mengatakan bahwa, struktur biaya dan operasional perusahaan memiliki tingkat resiliensi yang tinggi terhadap guncangan eksternal. Hal ini disebabkan oleh minimnya ketergantungan terhadap komponen impor, di mana mayoritas kebutuhan produksi dipasok dari ekosistem domestik.
“Perseroan tetap waspada terhadap dinamika global, namun struktur bisnis perusahaan dinilai cukup tangguh karena sekitar 90% bahan baku berasal dari dalam negeri. Kondisi tersebut membuat dampak fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah relatif terbatas,” ujar Irwan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/5/2026). (18/5).
Penetrasi Ekspor SIDO

Irwan menambahkan, guna memitigasi risiko jangka panjang dan memperkuat struktur fundamental, SIDO mengalokasikan fokus strategis pada penguatan investasi di sektor hulu herbal nasional.
Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan intensitas riset agronomi tanaman rempah dan standardisasi bahan baku herbal berkualitas tinggi.
“Selain itu, perseroan mendiversifikasi portofolio penelitian tanaman obat yang difokuskan pada penanganan penyakit degeneratif dan infeksius, seperti kanker, diabetes mellitus, hingga produk imunomodulator peningkat daya tahan tubuh, yang beberapa di antaranya saat ini telah memasuki fase uji praklinis,” tuturnya.
Lebih lanjut Irwan menegaskan, Sido Muncul tengah merancang ekspansi geografis dengan membidik pasar Arab Saudi serta memperluas pangsa pasar di kawasan ASEAN dan Afrika. Strategi penetrasi internasional ini diarahkan untuk menembus jalur pasar mainstream.

“Korporasi mengombinasikan langkah ekspansi tersebut dengan komitmen ketat pada aspek pengendalian mutu serta efisiensi beban operasional melalui optimalisasi biaya produksi, rekayasa kemasan, tata kelola pemasok, efektivitas promosi, dan sinkronisasi rantai pasok atau supply chain,” sambung Irwan.
Baca Juga : OJK Dorong Pengembangan Ekonomi Daerah Lewat Tiga Sektor Potensial
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, Sido Muncul membukukan pendapatan sebesar Rp640,5 miliar, turun sekitar 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp789,1 miliar. Namun, penurunan ini disebut lebih disebabkan oleh normalisasi persediaan di tingkat distributor, bukan pelemahan permintaan konsumen.

