EBuzz – Anak perusahaan Kredivo Group, PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), mencatatkan pertumbuhan operasional dengan melampaui 1 juta pembukaan rekening nasabah dan menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp10 triliun.
Pertumbuhan ini diraih secara organik melalui produk dan pengalaman nasabah, tanpa mengandalkan basis pengguna Kredivo sebagai sumber akuisisi utama.
Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk, Anton Hermawan, mengungkapkan bahwa pencapaian 1 juta rekening dan Rp10 triliun simpanan secara organik merupakan keberhasilan fase pertama dari rencana strategis perseroan.
“Pencapaian 1 juta rekening dan Rp10 triliun simpanan secara organik, bahkan sebelum kami mengintegrasikan keuntungan dari ekosistem Kredivo membuktikan kekuatan nilai produk yang kami tawarkan. Ambisi kami adalah menjadi pusat layanan keuangan (financial home) bagi generasi muda Indonesia, dan momentum ini menandai keberhasilan fase pertama dari rencana strategis kami,” kata Anton dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).
Fase Pertumbuhan

Anton juga menegaskan, memasuki fase pertumbuhan kedua, perseroan akan memfokuskan strategi bisnis secara terukur melalui ekspansi ke fitur pembayaran serta layanan pinjaman (lending).
Di samping itu, perseroan siap membuka sinergi penuh dengan mulai mengintegrasikan ekosistem Kredivo Group. “Langkah strategis ini dilakukan untuk membuka akses ke jaringan puluhan juta pengguna Kredivo yang selama ini belum terhubung, guna mengakselerasi pertumbuhan kinerja perseroan ke depan,” tegasnya.
Sebagai informasi, sejak meluncur tahun 2024, emiten bank digital ini diperkirakan telah menyalurkan imbal hasil tambahan sekitar Rp500 miliar kepada nasabah dibandingkan jika menyimpan dana di bank konvensional. Realisasi tersebut ditopang oleh penawaran suku bunga tabungan dan deposito berjangka (time deposit) di pasar domestik.
Baca Juga : Perluas Lini Usaha, INET Masuk ke Perdagangan Perangkat Jaringan
Selain itu di tengah kompetisi industri perbankan digital, BBSI juga membukukan profitabilitas secara konsisten sejak awal beroperasi sebagai bank digital. Kinerja tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan skala bisnis (scaling) dan kesehatan finansial.

