CDIA Raup Pendapatan US$82,1 Juta Sepanjang Semester I-2026

EBuzz – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan kinerja keuangan yang positif pada semester I-2026 dengan mencatatkan pendapatan sebesar US$82,1 juta, EBITDA sebesar US$31,6 juta, dan laba bersih sebesar US$19,3 juta.

Berdasarkan laporan keuangan, perseroan juga melaporkan posisi kas dan setara kas serta surat berharga mencapai US$658,7 juta per 30 Juni 2026, dengan rasio utang terhadap kapitalisasi sebesar 41%.

Perseroan menyatakan posisi likuiditas tersebut memberikan fleksibilitas untuk mendukung pengembangan proyek strategis sekaligus menjalankan investasi secara selektif guna meningkatkan pendapatan berulang berbasis kontrak.

Baca Juga : CDIA Kantongi Pendapatan US$41,2 Juta di Q1, Intip Proyek Strategis Terbarunya

General Manager of Corporate Communications CDIA, Chrysanthi Tarigan, mengatakan selama semester pertama 2026, CDIA mencatat sejumlah perkembangan strategis, salah satunya melalui pelayaran perdana (maiden voyage) dan sandar perdana (maiden berthing) kapal logistik cair kimia Novah berkapasitas 9.000 deadweight ton (DWT) yang dibangun bersama Usuki Shipyard.

“Kapal tersebut diharapkan memperkuat kapabilitas logistik maritim perseroan, meningkatkan keandalan layanan pada rute domestik maupun internasional, serta mendukung distribusi bahan kimia dan rantai pasok industri,” ucap Chrysanthi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2026).

Perkuat Bisnis Logistik

Lebih lanjut ia menambahkan, di sisi ekspansi bisnis, CDIA menginvestasikan US$90 juta untuk mengakuisisi 40% saham PT Armada Maritim Persada. Investasi tersebut dilakukan untuk memperluas bisnis logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan.

Selain itu, perseroan juga menginvestasikan US$15,5 juta guna mengakuisisi 49% saham Petrosea Services Solutions Pte. Ltd. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas basis pelanggan, meningkatkan diversifikasi arus kargo, serta membuka peluang pendapatan dividen di masa mendatang.

Pada segmen kepelabuhanan dan penyimpanan, PT SCG Barito Logistics menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Krakatau Bandar Samudera untuk menjajaki pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, dry-container storage, serta layanan lift-on/lift-off di Krakatau International Port.

“Perseroan juga melaporkan pembangunan fasilitas penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak telah mencapai sekitar 75% dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026,” pungkasnya.

Sementara itu, pada pilar energi, PT Chandra Waste Energy bersama mitra konsorsiumnya ditunjuk untuk melaksanakan studi kelayakan proyek waste-to-energy Danantara di Serang.

“Penunjukan tersebut menjadi bagian dari pengembangan portofolio infrastruktur rendah karbon sekaligus memperkuat bisnis pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah,” terang Chrysanthi.

Baca Juga : Perkuat Distribusi Logistik, CDIA Tambah Kapal Kimia Kapasitas 9.000 DWT

Ke depan, CDIA akan melanjutkan penyelesaian proyek-proyek yang tengah dikembangkan, mengoperasikan aset baru, meningkatkan kontribusi pendapatan dari pihak ketiga, serta melakukan alokasi modal secara selektif untuk memperkuat platform infrastruktur terintegrasi.

“Melalui pelaksanaan yang disiplin dan alokasi modal yang prudent, Perseroan berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” tutupnya.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini